Minat Vasektomi dan Tubektomi Meningkat di Bantul

Kompas.com - 08/04/2008, 18:11 WIB

BANTUL, SELASA - Peminat KB jenis vasektomi dan tubektomi di Bantul terus meningkat. Selain lebih praktis, risiko akan kehamilan dari kedua alat kontrasepsi tersebut memang tidak ada. Saking banyaknya peminat, Pemerintah Kabupaten Bantul mengalokasikan an ggaran khusus untuk pelayanan tersebut sebesar Rp 250 juta.

Berdasarkan data Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Bantul jumlah peserta vasektomi sebanyak 799 orang sementara tubektomi 5.839 orang. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlahnya memang terus naik. "Banyak masyarakat yang tertarik menggunakan metode ini, terutama mereka yang sudah tidak lagi menginginkan anak," kata Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga BKK Bantul Sulistyanto, Selasa (8/4).

Menurut Sulis, vasektomi dan tubektomi hanya dilakukan sekali sehingga akseptor tidak perlu mengeluarkan dana berkali-kali seperti pada metode suntik dan pil. Karena sifatnya hanya sekali, akseptor harus benar-benar mempertimbangkan apakah masih menginginkan anak atau tidak, karena dengan dua metode tersebut tidak mungkin mungkin lagi hamil, katanya.

Kontrasepsi vasektomi (untuk laki-laki) dan tubektomi (untuk perempuan) digunakan oleh mereka yang benar-benar tidak menginginkan anak lagi, dengan batasan usia tertentu (di atas 40 tahun) atau sesuai anjuran dokter.
Kontrasepsi ini juga dikenal sebagi pengikatan saluran sperma dan indung telur.

Jumlah peserta KB di Bantul sampai dengan Februari 2008 mencapai 111.656 orang dari total pasangan usia subur (PUS) sebanyak 144.284 orang. Tahun ini diharapkan angka peserta naik menjadi 113.543 orang. Angka kepesertaan memang selalu dibawah jumlah PUS karena memang ada beberapa orang yang sengaja tidak KB karena masih menginginkan anak, katanya.

Khusus untuk keluarga miskin, Pemerintah Kabupaten Bantul menyediakan bantuan alat kontrasepsi gratis, yang bisa diperoleh di tiap puskesmas dan 42 klinik. Anggarannya menggunakan APBN, khusus untuk vasektomi dan tubektomi, Bantul menambah anggaran sebesar Rp 250 juta, katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau