Perangai Seks Terungkap dari Wajah

Kompas.com - 09/04/2008, 18:50 WIB

KARAKTER dan sifat seseorang kadangkala bisa dikenali dari wajahnya. Bahkan kecenderungan seks seseorang pun bisa diketahui dari wajah atau penampilannya. 

Seperti yang dilaporkan AP, Rabu (8/4), para psikolog di Skotlandia belum lama ini melakukan sebuah  penelitian untuk memahami daya tarik serta perannya dalam menemukan pasangan. Survei ini dilakukan para peneliti dari Universitas Durham dibantu tim dari Universitas Aberdeen dan St Andrews.  Mereka melibatkan sekitar 700 responden heteroseksual yang masih berusia  20-an. 

Salah satu poin penting dari hasil riset ini adalah  pria dan wanita muda heteroseks ternyata memiliki kriteria yang sangat berbeda dalam hal menjalin sebuah hubungan atau relasi. Hasil survei menunjukkan, pria secara umum lebih menyukai wanita yang menilai hubungan mereka selalu terbuka pada aktivitas seks jangka pendek.  Sementara wanita justru sebaliknya. Kaum hawa justru tertarik pada pria yang membuka peluang atau kemungkinan hubungan jangka panjang.

Terungkap pula bahwa di mata kebanyakan pria, wanita yang tampak terbuka soal seks terlihat jauh lebih menarik. Sedangkan pria yang hanya mencari hubungan sesaat dari segi fisik dicirikan dengan penampilan yang lebih maskulin dengan rahang yang berbentuk kotak, mata yang kecil serta hidung yang lebih besar.

Para ahli yang menyusun studi ini mengatakan, banyak orang menggunakan impresi atau kesan pertama untuk dengan cepat mengambil keputusan  mengenai pemilihan pasangan serta jenis hubungan apa yang mereka inginkan. Dalam riset yang didanai Medical Research Council dan the Economic and Social Research Council ini, partisipan diminta untuk menilai daya tarik serta perangai seks lawan jenis dengan cara melihat gambar atau foto wajahnya .

Penilaian  ini lalu dibandingkan dengan perilaku dan perangai keseharian orang dalam foto yang diungkap melalui pertanyaan detil.  Hasil eksperimen ini menemukan bahwa pria dan wanita yang ikut ambil bagian bisa saja menilai secara umum siapa yang lebih menarik dalam hubungan romantis jangka pendek dengan hanya cara melihat ekspresi dan wajah mereka.

¨Banyak penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang bisa menilai banyak tentang seseorang dari wajahnya, termasuk tentang kesehatan atau bahkan karakter atau kepribadian seperti introversi.  Namun begitu, penelitian ini yang pertama menunjukkan bahwa orang juga sensitif pada tanda-tanda wajah yang rumit tentang jenis hubungan romantis yang mungkin bisa dinikmati orang lain,¨ ungkap Dr Ben Jones dari University of Aberdeen's Face Research Lab.        

Nah bagi Anda yang akan menjalin hubungan,  mencari informasi seperti apakah sifat dan karakter pasangan tentu sangatlah penting, apalagi jika hubungan yang akan dijalin ini serius.  Jadi jangan sampai salah menilai. Bisa jadi keberuntungan menjauh, malah kegagalan yang didapat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau