54 Orang Selundupan Tewas dalam Kontainer

Kompas.com - 10/04/2008, 12:53 WIB

BANGKOK, KAMIS - Lima puluh empat orang imigran asal Myanmar, sebagian besar perempuan, tewas di dalam konteiner untuk menyelundupkan mereka ke Thailand.

Polisi Thailand, melaporkan, mereka juga menemukan 47 korban lain yang selamat. Orang-orang selundupan itu dijejalkan di kontainer truk pengangkut ikan dari Myanmar menuju provinsi Ranong dekat perbatasan Myanmar, Rabu (9/4). "Mereka tetap di situ selama dua jam perjalanan dan satu per satu meninggal," ujar Kolonel Kraithong Chanthongbai, polisi Thailand, Kamis (10/4).

Ketika menyadari orang-orang itu mulai tidak bernapas, sebagian penumpang yang masih kuat menggedor-gedor dinding truk itu untuk menarik perhatian sopir. "Si sopir memang berhenti lalu membuka pintu kontainer, namun kemudian dia langsung melarikan diri begitu melihat ada yang mati," kata Kraithong.

Para korban kemudian minta tolong orang yang sedang lewat di situ untuk melapor ke polisi. Sekitar 20 orang dari korban selamat dilarikan ke rumah sakit, sedangkan sisanya ditahan untuk diinterogasi. "Ketika polisi tiba di sana, ditemukan 54 orang sudah tewas di dalam kontainer itu, 37 di antaranya perempuan," kata Kraithong.

Polisi belum tahu pekerjaan apa yang dicari orang-orang Myammar itu. Biasanya para pendatang ilegal dari Myamar masuk ke Thailand untuk bekerja di sektor perikanan, konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga.

Polisi saat ini sedang memburu sopir truk dan anggota sindikat yang diyakini mengatur penyelundupan itu. Kraithong menduga si sopir tidak menyalakan penyejuk ruangan di kontainer yang biasanya untuk mengangkut ikan itu.

Beberapa korban selamat mengungkapkan kepada polisi bahwa mereka menyelinap ke provinsi Ranong dari Victoria Point di Myanmar menggunakan perahu nelayan Rabu malam. Sampai di Ranong, mereka dijejalkan pada sebuah truk kontainer ukuran 20 feet menuju Phuket.(AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau