BANGKOK, KAMIS - Lima puluh empat orang imigran asal Myanmar, sebagian besar perempuan, tewas di dalam konteiner untuk menyelundupkan mereka ke Thailand.
Polisi Thailand, melaporkan, mereka juga menemukan 47 korban lain yang selamat. Orang-orang selundupan itu dijejalkan di kontainer truk pengangkut ikan dari Myanmar menuju provinsi Ranong dekat perbatasan Myanmar, Rabu (9/4). "Mereka tetap di situ selama dua jam perjalanan dan satu per satu meninggal," ujar Kolonel Kraithong Chanthongbai, polisi Thailand, Kamis (10/4).
Ketika menyadari orang-orang itu mulai tidak bernapas, sebagian penumpang yang masih kuat menggedor-gedor dinding truk itu untuk menarik perhatian sopir. "Si sopir memang berhenti lalu membuka pintu kontainer, namun kemudian dia langsung melarikan diri begitu melihat ada yang mati," kata Kraithong.
Para korban kemudian minta tolong orang yang sedang lewat di situ untuk melapor ke polisi. Sekitar 20 orang dari korban selamat dilarikan ke rumah sakit, sedangkan sisanya ditahan untuk diinterogasi. "Ketika polisi tiba di sana, ditemukan 54 orang sudah tewas di dalam kontainer itu, 37 di antaranya perempuan," kata Kraithong.
Polisi belum tahu pekerjaan apa yang dicari orang-orang Myammar itu. Biasanya para pendatang ilegal dari Myamar masuk ke Thailand untuk bekerja di sektor perikanan, konstruksi atau sebagai pembantu rumah tangga.
Polisi saat ini sedang memburu sopir truk dan anggota sindikat yang diyakini mengatur penyelundupan itu. Kraithong menduga si sopir tidak menyalakan penyejuk ruangan di kontainer yang biasanya untuk mengangkut ikan itu.
Beberapa korban selamat mengungkapkan kepada polisi bahwa mereka menyelinap ke provinsi Ranong dari Victoria Point di Myanmar menggunakan perahu nelayan Rabu malam. Sampai di Ranong, mereka dijejalkan pada sebuah truk kontainer ukuran 20 feet menuju Phuket.(AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang