JAKARTA, SABTU- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengakui telah meminta Menteri Kehutanan MS Kaban memprotes Pemerintah Malaysia terkait dengan isu pembalakan liar. Malaysia ditengarai mengklaim kayu-kayu yang diekspornya itu berasal dari hutan Malaysia, padahal itu merupakan kayu-kayu ilegal asal Indonesia.Wapres berharap masalah kayu hasil pembalakan liar di hutan-hutan di Indonesia itu akan dibicarakan dalam pertemuan bilateral kedua negara yang selama ini rutin dilakukan.
”Menhut telah protes dan kita memang minta supaya protes ke Malaysia. Itu akan dibahas dalam pertemuan bilateral kedua negara untuk mengusut masalah itu. Kita harapkan Pemerintah Malaysia juga mengambil tindakan. Kita ingin itu ada tindakan,” ujar Wapres seusai shalat Jumat (11/4) di masjid Istana Wapres. Wapres memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara RI dan Departemen Kehutanan yang telah mengambil langkah hukum atas pembalakan liar di hutan Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.
”Polri sudah melakukan dengan baik. Kita ucapkan selamat saja. Polri dan TNI telah melakukan tindakan tegas. Seperti kita lihat kan pelaku-pelakunya dibawa ke Jakarta untuk diperiksa,” lanjut Wapres. Sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara, MS Kaban telah mengirimkan surat protes kepada Pemerintah Malaysia melalui Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia. Surat keberatan tersebut berisi permintaan Indonesia agar Malaysia tidak lagi menampung kayu-kayu ilegal dari Indonesia. Kaban disebutkan juga mengharapkan agar dunia mau melihat asal-usul bahan baku produk kayu dari Malaysia. ”Jika memang kayu-kayu yang digunakan didapat dari Indonesia secara ilegal, dunia tidak boleh membelinya,” kata Kaban. (HAR)