BANDARLAMPUNG, RABU- Petugas Balai Karantina Tumbuhan Kelas I Pelabuhan Panjang, Lampung, saat ini masih menahan sembilan kontainer molasses atau tetes tebu dalam bentuk ragi dari Brasil. Penahanan dilakukan karena Brasil belum bebas dari South American Leaf Blide yang merupakan penyebab penyakit yang menyerang daun dan tanaman karet yang disebut saleb.
"Balai Karantina Tumbuhan menahan sembilan kontainer berisi 155,6 ton molasses itu pada Jumat (11/4). Balai Karantina Tumbuhan khawatir sembilan kontainer berisi molasses itu terkontaminasi South American Leaf Blide. South American Leaf Blide sendiri dibawa bakteri Microcyclus ulei," kata Kepala Balai Karantina Tumbuhan Kelas I Pelabuhan Panjang Bandar Lampung Hermansyah, Rabu (16/4).
Masuknya molasses ke Lampung terjadi sebagai upaya industri peternakan sapi di Lampung mencapai swasembada daging. Salah satunya dengan pemberian suplemen makanan yang bagus untuk sapi seperti molasses.
Merujuk catatan Balai Karantina Tumbuhan Panjang, impor molasses dari Brasil sebagai bahan baku pakan ternak ke Lampung merupakan hal baru. Padahal, Brasil hingga sekarang masih dikenal sebagai daerah endemis saleb atau penyakit yang menyerang daun dan tanaman karet.
Sebagai salah satu sentra karet di Sumatera, masuknya molasses yang terkontaminasi South American Leaf Blide dalam bentuk ragi asal Brasil itu dikhawatirkan akan menyerang dan menghabisi tanaman karet di Lampung. Oleh karena itu, begitu Bea Cukai Panjang memberitahu adanya kontainer berisi molasses dari kapal berbendera Brasil, Balai Karantina bertindak cepat menyegel dan menahan kontainer, serta tidak mengizinkan keluar pelabuhan. "Kami harus melakukan uji laboratorium dulu sebelum melepas molasses itu," kata Hermansyah.
Catatan Balai Karantina Tumbuhan Kelas I Panjang menyebutkan, sampel molasses tersebut sudah dikirim ke Balai Uji Standar Karantina Pertanian Departemen Pertanian pada Senin (14/4). Sesuai jadwal, pada Kamis (17/4) hasil uji laboratorium itu sudah bisa diketahui.
Informasi terbaru yang diperoleh Balai Karantina Tumbuhan Kelas I Panjang, selain sembilan kontainer tersebut saat ini juga terdapat satu kapal lain yang berisi molasses asal Brasil. Kapal tersebut tidak bisa merapat dan tertahan di kolam pelabuhan di Banten.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang