Ribuan Jamaah Ahmadiyah Tangerang Resah

Kompas.com - 18/04/2008, 17:49 WIB

TANGERANG, JUMAT - Ribuan jamaah aliran Ahmadiyah di Kota Tangerang, Banten, merasa kecewa sekaligus resah akibat keputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem).

"Para anggota jamaah sangat kecewa atas keputusan pemerintah yang melarang keberadaan Ahmadiyah karena aliran ini memiliki jamaat yang banyak," kata salah satu pengurus Ahmadiyah, Ahmad Suparja, di Gondrong, Kelurahan Kenanga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat.

Suparja mengatakan warga pengikut aliran Ahmadiyah mencapai 1.000 orang yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Tangerang.

Sebelumnya, Bakor Pakem meminta agar pemerintah melarang segala bentuk kegiatan jamaah Ahmadiyah di Indonesia karena dianggap sebagai aliran sesat.

Karena khawatir memicu aksi dari kelompok lain, pengurus Ahmadiyah terpaksa mencabut seluruh papan nama dan segala atribut yang mengatasnamakan Ahmadiyah.

Larangan Bakor Pakem juga berdampak terhadap jumlah jamaah Ahmadiyah yang mengikuti solat Jumat di Mesjid Al-Mahmudah di Kampung Gondrong menjadi berkurang drastis.

Aliran Ahmadiyah mulai muncul di Gondrong Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang sejak tahun 1948 oleh tiga orang tokoh agama yang sudah meninggal yakni H. Shidiq, H. Neman dan Ahmad Dahlan. "Jamaah Ahmadiyah secara rutin berkumpul seminggu sekali dan mengaji setiap Minggu," kata Suparja.

Saat ini sejumlah petugas Polisi Sektor memantau situasi di daerah basis jamaah Ahmadiyah tersebut guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang, Agus Sutoto mengatakan, pihaknya belum mengambil tindakan terhadap keberadaan jamaah Ahmadiyah karena belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. (Antara)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau