JAKARTA, SENIN - Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Rasanya, ungkapan ini sangat pas untuk menggambarkan sosok mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan putrinya, Yenny Wahid.
Yenny, yang merupakan Sekjen DPP PKB versi Gus Dur, hanya menanggapi ringan mengenai pemecatan dirinya sebagai Sekjen oleh PKB Muhaimin. Jawaban ringan, setipe dengan tipikal sang Bapak dalam memberikan jawaban. Yenny mengatakan, pemecatan hanya bisa dilakukan melalui rapat gabungan, bukan rapat "gadungan".
"Pemecatan Sekjen hanya bisa dilakukan melalui rapat pleno yang merupakan rapat gabungan. Rapat yang tidak dihadiri Dewan Syuro yang sah, itu bukan rapat gabungan, tapi rapat gadungan," ujar Yenny santai, usai rapat gabungan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (21/4).
Mengenai adanya unsur Dewan Syuro yang berada di kubu Muhaimin, Yenny dengan tegas menyatakan bahwa mereka yang mengaku sebagai anggota Dewan Syuro tidak pernah terdaftar secara hukum. "Perlu dicatat, mereka yang mengaku Dewan Syuro disana (kubu Muhaimin) tidak pernah terdaftar sebagai Dewan Syuro DPP PKB, mereka memang pernah tercatat sebagai Dewan Syuro tapi di DPW, bukan di DPP. Bisa dicek satu persatu di Dephukham susunannya. Dan susunan yang terdaftar ini sudah ada sebelum geger-geger ini," tegas dia.
Yenny juga mengklaim, posisinya sebagai Sekjen masih mendapatkan dukungan dari banyak DPW. "Buktinya, DPW-DPW mintanya dilantik sama saya, bukan yang lain," pungkasnya.
Pekan lalu, PKB versi Muhaimin mengumumkan pemecatan terhadap sejumlah pejabat teras PKB, salah satunya Yenny Wahid yang menjabat sebagai Sekjen DPP PKB. Posisinya digantikan Lukman Eddy, yang sebelumnya juga menjabat Sekjen sebelum Yenny. (ING)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang