Monte Carlo, Senin - Kemenangan di turnamen tenis ATP Estoril Terbuka, Minggu (20/4), mendongkrak rasa percaya diri Roger Federer. Keyakinan itu diperlukan karena sang petenis nomor satu dunia menghadapi tantangan berat pada Seri Masters ketiga di Monte Carlo yang bergulir mulai Senin (21/4).
”Saya sakit pada awal musim. Sekarang saya kembali dan bermain lebih baik dibandingkan dengan start sulit pada awal tahun. Mengawali musim ini sangat berat, tetapi semoga setelah ini lebih mudah,” ujar Federer.
Federer tertatih-tatih sepanjang 2008, dimulai dari kegagalan pada semifinal Australia Terbuka di tangan Novak Djokovic. Petenis Swiss ini kemudian berturut-turut ditumbangkan Andy Murray di babak pertama Dubai Terbuka, disingkirkan Mardy Fish di semifinal Indian Wells, dan kalah dari Andy Roddick di perempat final Miami.
Gelar pertama Federer akhirnya datang di lapangan tanah liat Estoril. Menghadapi petenis nomor empat dunia, Nikolay Davydenko (Rusia), Federer menang 7-6 (7-5) di set pertama dan tak perlu meneruskan set kedua. Davydenko yang tengah memimpin 2-1 terpaksa berhenti karena cedera kaki kiri.
Di Monte Carlo, Federer harus bersiap menghadapi musuh beratnya, petenis nomor dua dunia, Rafael Nadal. Federer kalah di final dua tahun terakhir dari Nadal, yang mengincar gelar keempat berturut-turut di turnamen tanah liat ini.
Namun, Nadal juga tak lepas dari masalah. Juara Perancis Terbuka tiga tahun terakhir ini tak pernah menjadi juara sejak Juli 2007 di Stuttgart. Hasilnya musim ini setali tiga uang dengan Federer, gagal di semifinal Australia Terbuka dan Indian Wells, serta menjadi runner up di Chennai Terbuka dan Miami.
Nadal beruntung punya modal lain, yaitu rekornya yang nyaris sempurna di lapangan tanah liat. Petenis berusia 21 tahun ini menang 107 kali dari 110 penampilan, dengan koleksi 17 gelar juara selama tiga tahun terakhir.
Satu petenis yang bisa menjadi ancaman bagi Federer dan Nadal adalah Djokovic. Petenis Serbia ini tengah naik daun dengan dua gelar dari Australia Terbuka dan Indian Wells. Nadal pun mengakui Djokovic bisa menyulitkan. ”Dia pemain hebat,” uajr Nadal.
Djokovic masih diragukan tampil bagus di tanah liat meski dua dari sembilan gelar juara koleksinya berasal dari lapangan jenis ini. Namun, Djokovic tak pernah melewati babak ketiga di Monte Carlo dalam dua tahun terakhir.
Gelar pertama
Dalam turnamen tanah liat AS di Houston, unggulan utama, James Blake, dikejutkan petenis Spanyol, Marcel Granollers-Pujol, di babak final. Tertinggal tiga game di set terakhir, Pujol merebut gelar ATP pertamanya dengan kemenangan 6-4, 1-6, 7-5.
Petenis berusia 22 tahun yang berada di peringkat 84 dunia ini sebelumnya tak pernah sukses melewati delapan besar di turnamen ATP. Namun, Pujol tampil pantang menyerah untuk mengalahkan lawannya. Kesuksesan ini mengatrol posisi Pujol 30 tingkat ke peringkat 54 ATP.
Dominasi petenis Spanyol di lapangan tanah liat juga diperlihatkan David Ferrer. Petenis nomor lima dunia ini menjadi juara Valencia Terbuka dengan menundukkan rekan senegaranya, Nicolas Almagro, 4-6, 6-2, 7-6 (7-2).
”Ini turnamen paling sulit yang kumainkan,” ujar Ferrer yang terus bermain tiga set sejak perempat final hingga final. Gelar di Valencia adalah koleksi keenam Ferrer, yang pertama tahun ini.
Kesuksesan juga diraih petenis putri Amerika Serikat, Serena Williams. Williams merebut gelar ketiganya tahun ini dan gelar pertamanya di tanah liat sejak 2002, dengan memenangi turnamen Family Circle di Charleston, South Carolina. Pada babak final, Williams menundukkan Vera Zvonareva, 6-4, 3-6, 6-3. Williams kehilangan set kedua dan patah servisnya di awal set ketiga. Namun, dia dua kali mematahkan servis Zvonareva untuk mengunci gelar juara ke-31 sepanjang kariernya. (reuters/afp/ap/was)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang