Korsel Latih 7 Anjing Pelacak Hasil Kloning

Kompas.com - 22/04/2008, 01:28 WIB

JAKARTA, SELASA - Pemanfaatan teknologi kloning anjing mulai menampakkan hasil di Korea Selatan. Tujuh anak anjing jenis labrador berhasil dilahirkan dengan kloning dan mulai dilatih menjadi anjing pelacak.

Anak-anak anjing tersebut lahir akhir tahun atas pesanan kantor bea dan cukai setempat. Proyek yang didanai penuh anggaran negara ini menghabiskan dana sekitar 300 juta won atau sekitar Rp2,75 miliar. Proses kloning dilakukan sebuah perusahaan bioteknologi di Korea yang mendapat dukungan penuh dari para peneliti kloning di Universitas Nasional Seoul.

Ketujuh anjing kloning tersebut merupakan hasil reproduksi dari seekor anjing Canadian Labrador Retriever bernama Chase. Namun, calon tim anjing pelacak yang diberi nama Toppy (Tomorrow's puppy) ini dilahirkan dari tiga induk pembawa (surrogate mother)  yang berbeda. Untuk mengkloning, peneliti mengambil inti sel somatik dari bagian tubuh induk dan menyuntikkannya ke dalam sel telur yang telah dikosongkan. Sel rekayasa ini kemudian ditanam dalam rahim induk pembawa.

Masing-masing telah dipastikan memiliki sifat genetika yang sama dengan anjing induknya yang diketahui sebagai pelacak terbaik. Dengan sifat genetika yang seragam, anjing-anjing tersebut diharapkan memiliki kemampuan yang sama untuk melakukan pelacakan seperti induknya.

Selama ini dari sekian banyak anjing pelacak yang dilatih tingkat keberhasilannya hanya 30 persen. Para ilmuwan Korea Selatan yakin kloning akan meningkatkan tingkat keberhasilan pelatihan hingga 90 persen.

Jurubicara kantor bea cukai Korea Selatan menyatakan seluruh anjing kloning telah lulus ujian pertama untuk perilaku dan kulaitas genetika. Setelah menjalani pelatihan tahap kedua, anjing-anjing tersebut siap memulai debutnya pada Juni 2008.(BBC/WAH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau