UN SMA Dimulai

Kompas.com - 22/04/2008, 09:41 WIB

Laporan wartawan Kompas Ester Lince Napitupulu

JAKARTA, SELASA - Sebanyak dua juta lebih siswa SMA/SMK/MA/SMA LB di seluruh Indonesia mulai menjalani ujian nasional atau UN, Selasa (22/4). Di tengah suasana yang menegangkan karena hasil UN akan dipakai sebagai salah satu pertimbangan kelulusan, para siswa berusaha keras untuk menyelesaikan ujian Bahasa Indonesia dan Matematika di hari pertama ini.

Pantauan Kompas di sejumlah sekolah di Jakarta, pelaksanaan UN hari pertama terlihat lancar. Pendistribusian soal-soal ujian ke sekolah berlangsung baik sehingga siswa melaksanakan ujian sesuai jadwal.

Kepala Sekolah SMAN 54 Jakarta, Mugni Hadi, mengatakan sampai saat ini pelaksanaan UN berjalan dengan lancar. Pelaksanaan UN di sekolah dipantau oleh tim independen dari Universitas Negeri Jakarta.

"Di setiap sekolah ada satu pemantau independen. Mereka ini melihat pelaksanaan UN. Jika ada hal-hal yang tidak beres, mereka membantu untuk melaporkan secara obyektif," kata Mugni.

Maman Suwarman, Kepala Sekolah SMAN 66 Jakarta, mengatakan semua siswa kelas tiga hari ini masuk untuk mengikuti UN. Di sekolah inklusi ini, yang menerima anak berkebutuhan khusus, ada dua anak tunarungu dan dua anak tunanetra. "Anak-anak sudah dipersiapkan dengan baik. Mudah-mudahan mereka bisa tenang mengerjakan soal," kata Maman.

Naskah soal UN disimpan di sekretariat rayon. Soal didistribusikan ke sekolah dengan pengawasan yang ketat pada hari pelaksanaan UN. Kepala sekolah yang tergabung di suatu rayon datang ke sekretariat rayon untuk mengambil soal.

Pada hari pertama, seperti terpantau di SMAN 70 Jakarta, segel ruangan penyimpan naskah soal UN untuk 32 SMA di wilayah Jakarta Selatan, dibuka pukul 05.00. Pembukaan segel disaksikan tim pemantau independen yang ditugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dari unsur perguruan tinggi di suatu wilayah.

Djaali, anggota BSNP, mengatakan sampai saat ini di posko pengaduan BSNP belum ada laporan mengenai kekurangan soal atau kebocoran soal. "Semuanya masih lancar, mudah-mudahan begitu seterusnya" kata Djaali.

BSNP dan Depdiknas sudah mengantisipasi jika terjadi kebocoran soal. Dengan adanya sistem barcode atau kode-kode di setiap lembar soal, akan mudah terpantau. Kebocoran di suatu wilayah juga mudah diblokir.

"Soal di antara satu provinsi dengan yang lain beda. Jadi kebocoran di suatu tempat tidak berarti bocor di seluruh Indonesia," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas Burhanuddin Tolla.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau