BREBES, RABU - Sejumlah pedagang sembako maupun pedagang makanan di Kabupaten Brebes mengeluh kesulitan menjalankan usaha, akibat tidak stabilnya harga berbagai bahan kebutuhan pokok. Mereka terpaksa mengeluarkan modal tambahan, agar usahanya tetap berjalan. Selain tidak stabil, sejumlah pedagang juga mengeluh mulai kesulitan mendapatkan pasokan beras.
Heni (30), pedagang sembako di Pasar Induk Brebes, Rabu (23/4) mengatakan, hingga saat ini harga berbagai kebutuhan pokok masih tinggi. Harga minyak goreng curah kualitas pertama Rp 13.000 per kilogram, minyak goreng curah kualitas kedua Rp 10.700 per kilogram, dan telur Rp 13.000 per kilogram.
Harga terigu dan tepung tapioka juga beranjak naik, sekitar Rp 500 per kilogram. Sementara harga beras masih stabil, sekitar Rp 4.500 per kilogram untuk jenis C4 kualitas standar.
Meskipun demikian, saat ini pasokan beras mulai sulit diperoleh di pasaran. Sejak pemerintah menetapkan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras, sejumlah tempat penggilingan padi yang menjadi langganannya mengaku tidak memiliki persediaan beras.
Menurut Heni, mahalnya harga berbagai bahan kebutuhan pokok sangat menyulitkan pedagang. Ia mengaku harus menambah modal usaha, agar mampu bertahan. Padahal keuntungan yang diperolehnya tetap, bahkan cenderung turun akibat menurunnya penjualan.
Hal senada disampaikan Parno (39), pedagang sembako lainnya di Pasar Induk Brebes. Menurut dia, kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan pokok menyebabkan penjualannya menurun.
Bahkan sejak dua pekan lalu, ia tidak lagi menjual minyak goreng curah kualitas pertama. Pasalnya, minyak goreng jenis tersebut tidak laku di pasaran. Seju mlah konsumennya beralih menggunakan minyak goreng curah kualitas kedua, yang harganya lebih murah.
Volume penjualan minyak gorengnya juga turun. Sebelumnya ia mampu menjual 50 kilogram minyak goreng per hari, namun saat ini hanya sekitar 20 kilogram minyak goreng yang terjual setiap harinya.
Akibat tidak stabilnya harga berbagai bahan kebutuhan pokok, saat ini ia tidak berani membeli barang dalam jumlah banyak. Parno hanya membeli barang secukupnya, yang dapat terjual dalam satu hari.
Sunarti (49), pedagang warteg di Jalan Ahmad Yani Brebes juga mengaku semakin kesulitan menjalankan usaha, akibat mahalnya harga bahan kebutuhan pokok. Kenaikan harga tersebut tidak dapat diimbangi dengan kenaikan harga makanan yang dijualnya.
Selama ini, ia sudah memiliki pelanggan yang cukup banyak. Apabila harga makanan dinaikkan, ia khawatir akan kehilangan pelanggan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Sunarti terpaksa mengurangi takaran maupun porsi makanan. Ia berharap harga sembako dapat kembali stabil dan murah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang