Kompor Jangan Terlihat dari Pintu Masuk

Kompas.com - 25/04/2008, 12:53 WIB

Memang benar, ada aturan di dalam Feng Shui bahwa kompor jangan sampai terlihat dari pintu masuk. Penjelasan yang lebih rinci lagi yaitu, kompor—baik yang ada di dapur maupun yang diletakkan di ruang makan—sebaiknya jangan terlihat dari ruang tamu. Jadi yang dijadikan perhitungan adalah bukan kompor yang letaknya sebaris dengan pintu masuk, tetapi pandangan yang dihasilkan dari ruang tamu, khususnya pada bagian pintu masuk.

Komposisi ini memang memiliki nilai yang buruk dalam Feng Shui, sebab dapat menimbulkan beberapa dampak berikut ini.
- Kemerosotan rezeki.
- Rasa iri yang besar dari pihak luar.
- Amarah yang mengakibatkan hubungan suami istri tidak harmonis.
- Berbagai godaan atau penyelewengan.

Pembawa Api
Kompor merupakan elemen Api yang diartikan sebagai bentuk semangat dari kehidupan penghuni. Sementara ruang dapur identik dengan bagian perut dari tubuh manusia, yang letaknya harus tersembunyi agar tidak menimbulkan problem, baik dari dalam maupun luar rumah.

Demikian pula dengan perapian yang diletakkan di ruang tamu, yang biasanya ada di rumah-rumah daerah Barat yang mengalami empat musim. Menurut Feng Shui tidak baik kalau perapian diletakkan di ruang tamu dan langsung terlihat dari pintu masuk. Ini karena perapian identik dengan kompor yang menyalakan api.

Rumah tropis sebaiknya tidak membuat perapian di ruang tamu, karena akan menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan, biarpun perapian yang dimaksud hanya sebagai dekorasi saja. Sebab, bentuk ini sudah mewakili “kompor yang terlihat dari pintu masuk”.

Jadi, kalau mendesain interior dapur, pantry (dapur kering), maupun perapian di ruang keluarga, sebaiknya tidak terlihat dari pintu masuk. Dengan demikian pengaruh buruk bisa dihindarkan.

Cara Pembetulan
- Kalau sudah terlanjur memiliki desain rumah dengan komposisi dapur yang terlihat dari ruang tamu, ada dua cara pembetulannya.
- Apabila kompor ada di ruang dalam rumah, sebaiknya dibuatkan penyekat yang letaknya di ruang tamu atau koridor ruang dalam rumah, agar kompor tidak terlihat. Penyekat ini bisa berupa partisi atau lemari yang masif, - atau bisa juga dari tirai/gorden.
- Bila di ruang tamu ada perapian, sebaiknya perapian dipindahkan dan ditiadakan, karena pengaruh buruk akan berlaku.

Lalu bagaimana dengan vila yang ada di daerah pegunungan? Selama bangunan tersebut hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan tidak dijadikan rumah tinggal tetap, perapian atau kompor yang terlihat dari ruang tamu masih bisa ditoleransi. Tetapi alangkah baiknya kalau bisa diatur dengan menggunakan konsep yang lebih benar.

(Mas Dian MRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau