Dua Gol Ballack Ancam Gagalkan Pesta MU

Kompas.com - 26/04/2008, 20:57 WIB

LONDON, SABTU - Michael Ballack menjadi inspirator kemenangan Chelsea atas Manchester United (MU) di pekan ke-36 Premier League. Dia mencetak dua gol yang membawa Chelsea menang 2-1. Kemenangan itu memperbesar peluang timnya untuk juara, sekaligus mengancam rencana pesta MU.

Dua gol Ballack tercipta pada menit ke-45 dan 86. Sedangkan satu-satunya gol MU disumbangkan Wayne Rooney di menit ke-56.

Dengan demikian, nilai MU dan Chelsea sama-sama 81 poin. Pada dua pertandingan berikutnya, MU harus melawan klub cukup alot West Ham United (3/5) di Old Trafford dan tandang ke kandang Wigan Athletic (11/5). Sedangkan, Chelsea akan bertandang ke kandang Newcastle (5/5) dan menjamu Bolton (11/5).

Satu-satunya cara untuk juara, MU harus memenangkan dua pertandingan sisanya. Jika Chelsea melakukan hal sama, nilai mereka akan tetap sama, yakni 87 poin. Namun, MU unggul jauh dalam selisih gol. Namun jika MU terpeleset dan gagal memenangkan seluruh pertandingan, maka Chelsea bisa mengambil keuntungan.

MU mengawali permainan agak lambat dan lebih banyak bertahan. Pelatih Sir ALex Ferguson bahkan membuat keputusan aneh. Dia mencadankan Cristiano ROnaldo, Owen hargreaves dan carlos Tevez.

Permainan MU yang cenderung bertahan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Chelsea. Mereka terus menekan, semetnara MU hanya sesekali mengandalkan serangan balik.

Pada menit pertama, Wes Brown sudah nyaris membuat blunder ketika melakukan back pass. Bola gagal ditangkap Edwin van der Sar. Beruntung, meski akhirnya dikuasai Chelsea, MU sudah lebih dulu menata pertahanannya.

Petaka menimpa MU pada menit ke-8, ketika Nemanja Vidic berusaha membuang bola dengan sundulan. Kepalanya justru membentur lutut Didier Drogba, hingga mulutnya berdarah. Dia pun digantikan oleh Owen Hargreaves.

Memasuki menit ke-10, kedua tim mulai jual-beli serangan. Namun, tetap saja Chelsea lebih banyak menyerang. Pada menit ke-21, sebuah tendangan Joe Cole dari dalam kotak penalti mengancam gawang MU, namun hanya membentur sudut kiri gawang Van der Sar.

Permainan semakin panas mendekati akhir babak pertama. Namun, Chelsea mengambil keuntungan saat para pemain MU sedikit lengah. Sebuah serangan dari sisi kiri pertahanan MU mampu dibangun Didier Drogba. Dia sukses melayangkan umpan silang. Michael Ballack yang tak terjaga, dengan mudah menyundul bola ke gawang MU dan gol.

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin panas. MU mulai meladeni setiap permainan Chelsea. Sehingga, pertarungan pun semakin ketat.

Pada menit ke-56, Ricardo Carvalho melakukan kesalahan fatal. Maksud hati mengumpan bola ke belakang kepada John Terry, namun dia tak melihat ada Rooney di dekatnya. Striker MU itu pun merebut bola dan membawa sendirian ke kotak penlati Chelsea. Tanpa kesulitan, dia menaklukkan kiper Petr Cech dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Sayangnya, gol itu harus dibayar mahal oleh Rooney. Ototnya tampak tertarik, hingga dia tak mau disambut rekan-rekannya karena merasa kesakitan. Pada menit ke-63, dia tak sanggup melanjutkan permainan dan diganti Cristiano Ronaldo.

Masuknya Ronaldo menghidupkan serangan MU. Beberapa kali MU mengancam gawang Chelsea. Namun, pertahanan Chelsea cukup tangguh, hingga serangan MU sering gagal.

Merasa harus menang, pelatih Avram Grant memakai tiga penyerang. Nicolas Anelka dimasukkan pada menit ke-66 menggantikan Ferreira. Setelah kurang menggigit, dia menurunkan Andriy Shevchenko di menit ke-79.

Strategi ini cukup menggigit. Terbukti, serangan Chelsea beberapa kali membuat pertahanan MU kerepotan juga. Puncaknya, sebuah umpan silang Michael Essien dari sisi kiri pertahanan MU memaksa MU kelabakan. Michael Carrick yang mencoba membloknya di kotak penalti, dianggap wasit Alan Wiley sebagai handsball. Para pemain MU pun protes, hingga Van der Sar terkena kartu kuning.

Chelsea pun mendapat hadiah tendangan penalti. Michael Ballack bertugas sebagai algojo. tanpa kesulitan, dia menaklukkan Van der Sar, 2-1.

Stadion Stamford Bridge pun gegap-gempita dan riuh-gemuruh. Seolah-olah, Chelsea sudah juara. Namun, setidaknya nilai Chelsea dan MU pun menjadi sama, 81. Selain itu, Chelsea memperpanjang rekor tak terkalahkan di kandang sejak Februari 2004. (HPR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau