BEGITU kompetisi Liga Serie-A 2007-08 dimulai, Alessandro Del Piero tenggelam. Pemain yang pernah dinilai sebagai pengganti Roberto Baggio itu seolah sedang menapaki masa-masa senja. Kebesarannya seolah tinggal menjadi masa lalu yang sebentar lagi berganti malam kelam.
Bangku cadangan menjadi akrab dengannya. Apalagi, cedera kemudian sempat mengganggunya. Orang pun mulai menilai dirinya sudah habis, tinggal sisa-sisa.
Itu pula sebabnya, pelatih timnas Italia, Roberto Donadoni, mulai mengesampingkannya. Dia seolah tak melihat pentingnya Del Piero di Gli Azzurri, hingga tak pernah dipanggilnya baik di kualifikasi Piala Eropa maupun dalam serangkaian pertandingan persahabatan.
Namun, ternyata penilaian itu salah besar. Del Piero masih seperti dulu. Punya gaya, visi, juga ketajaman yang bisa diandalkan. Lambat laun, dia mulai menemukan bentuk terbaiknya, terutama sejak memasuki tahun 2008.
Gol demi gol pun mulai lahir dari kakinya. Publik pun kembali ramai membicarakannya. Bahkan, desakan agar Del Piero kembali dipanggil timnas semakin menguat.
Rekan satu timnya, Gianluigi Buffon pernah mengatakan, rugi jika Italia tak memakai Del Piero. Dia masih pemain yang mampu memberi pengaruh besar dalam tim, selain juga bisa menentukan kemenangan.
Tak lama kemudian, mantan gelandang AC Milan dan timnas Italia, Demetrio Albertini berpendapat serupa. "Jika pelatih timnas Italia, saya akan memasukkan dirinya dalam skuad. Del Piero pemain yang masih bagus dan punya nilai tinggi."
Pendapat demi pendapat itu tak mengubah pendirian Donadoni. Dia masih malas-malas memanggil Del Piero. Seolah belum yakin penampilannya masih bagus, meski mulai produktif. Apalagi, usianya sudah mulai tua. Pada9 November nanti, dia akan genap 34 tahun.
Del Piero tak patah arang. Dia terus menjawabnya dengan bukti. Permainannya semakin membaik. Bahkan, dia semakin sering menentukan kemenangan-kemenangan Juventus.
Pada pertandingan di kandang Atalanta (20/4), Del Piero tampil luar biasa. Dia mencetak hat-trick pertamanya di musim ini, sekaligus sudah mengumpulkan 17 gol.
Desakan kepada Donadoni pun semakin kuat. Sepekan kemudian, dia kembali tampil bagus. Dia mencetak gol dengan sangat bagus, bahkan menunjukkan kecerdasannya saat Lazio 5-2. Jumlah gol Del Piero di Liga Serie-A pun menjadi 18.
"Jika ada pemain Juventus yang paling mengejutkan diri saya, dia adalah Alessandro Del Piero," kata pelatih Juventus, Claudio Ranieri.
"Di awal musim, penampilannya seolah menurun jauh. Memasuki Desember 2007, mengalami masalah. Begitu memasuki tahun 2008, penampilannya semakin luar biasa. Dia bangkit dan bermain lebih baik dari sebelumnya," puji Ranieri.
"Saya memang tak pernah meragukan kemampuan Del Piero. Tapi, saya tak pernah menyangka dia akan mengalami kemajuan dengan cara yang luar biasa," tambahnya.
Serangkaian permainan bagus itu, akhirnya meluluhkan juga hati Roberto Donadoni. Dia pun memberi jaminan akan membawanya ke Euro 2008.
"Sepuluh bulan lalu, saya tak akan pernah memandang Del Piero. Tapi sekarang, saya tak bisa menolaknya. Del Piero pemain yang pantas diandalkan di Euro 2008," katanya.
Plong sudah publik Italia, terutama penggemarnya. Bagaimanapun, Del Piero masuh terbaik sebagai gelandang serang. Apalagi Francesco Totti sudah menyatakan pensiun dari timnas.
Selamat datang kembali Del Piero di perjalanan Gli Azzuri! Umur boleh makin tua. Tapi, santannya justru semakin kental dan bermakna. Itu pula yang diharapkan publik Italia di Euro 2008 nanti. Penampilan Del Piero yang makin jago, diharapkan akan melancarkan sukses Italia menjuarai Euro. (HPR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang