Eriksson Dipecat Akhir Musim

Kompas.com - 30/04/2008, 04:27 WIB

MANCHESTER, RABU - Keputusan yang mendekati kepastian tentang nasib pelatih Manchester City, Sven Goran Eriksson, akhirnya muncul juga. Mantan pelatih timnas Inggris asal Swedia itu akan dipecat pada akhir musim ini.

Menurut sumber yang dekat dengan pelatih tersebut, dalam pertemuan Eriksson dengan pemilik klub Thaksin Shinawatra, Minggu (27/4), sudah ada keputusan. Kepada Eriksson Thaksin mengatakan, "Anda bukan orang yang tepat di kursi pelatih Manchester City."

Pada latihan Senin (28/4), Eriksson juga sudah bercerita kepada para pemain bahwa dirinya akan dipecat. Ini ternyata justru memunculkan kemarahan dari sebagian besar pemain.

Namun, Eriksson yang masih terikat kontrak selama dua tahun lagi menyatakan tak akan mengundurkan diri.

Thaksin merasa kecewa atas hasil Manchester City musim ini. Konglomerat yang juga mantan perdana menteri Thailand itu datang menyaksikan pertandingan Man. City lawan Fulham, Minggu (27/4). Man. City yang sebelumnya unggul 2-0, akhirnya kalah 2-3. Posisinya sekarang pun di urutan ke-8 klasemen Premier League.

Setelah itu, dia mengajak Eriksson untuk bertemu. Pada pertemuan itu pula, Thaksin mengatakan akan memecat Eriksson di akhir kompetisi.

"Seperti biasa, Eriksson beraksi secara santai terhadap keputusan Thaksin. Namun, sebenarnya dia kaget dan kecewa," kata sumber tersebut kepada BBC Sport.

"Dia tak mau meninggalkan klub ini dan tak akan mau mengundurkan diri. Dia suka bekerja dengan para pemain di sini. Dan, pekerjaannya di sini sebenarnya baru dimulai," tambahnya.

Dalam keterangan resminya, klub Man. City mengatakan, Eriksson masih bertindak sebagai pelatih dalam dua pertandingan terakhir Premier League saat lawan Liverpool dan Middlesbrough. Namun, klub tidak menjelaskan bagaimana setelah itu.

Keterangan lebih tegas disampaikan asisten Eriksson, Tord grip. Kepada surat kabar Swdia, Aftonbladet dia mengatakan, Eriksson dan dirinya diminta pergi di akhir musim nanti.

"Kami di sini (Man. City, Red) hanya dalam dua pertandingan sisa saja. Manajemen mungkin mengira bahwa kami tidak melakukan pekerjaan dengan cukup baik. Meski dipecat, saya kira Eriksson akan segera mendapatkan tawaran dari klub lain," jelas Grip.

Eriksson menjadi pelatih Man. City lima minggu sebelum kompetisi 2007-08 dimulai. Sampai November 2007, dia mampu membawa klub menduduki urutan ketiga. Namun, setelah Natal, penampilan tim menjadi turun. Man. City hanya menang 4 kali dari 15 pertandingan.

"Secara keseluruhan, sebenarnya penampilan man. City tak terlalu buruk. Thaksin juga sadar, dalam rencana lima tahunannya, musim ini dia hanya menargetkan masuk 10 besar," kata sumber yang dekat dengan Eriksson.

"Dia punya daftar pemain yang harus dibeli pada musim panas nanti, tapi tak ditanggapi. Dia menyampaikan hal itu kepada kepala eksekutif, Alistair Macintosh, tapi mentok. Maka, dia menyampaikannya kepada Thaksin," tambahnya.

Setelah bertemu Thaksin, ternyata dia akan dipecat di akhir musim. Ini mengagetkan para pemain. Ketika Eriksson menjelaskan rencana pemecatan itu kepada para pemain, mereka langsung kaget dan marah.

Sebelumnya, para pemain menyatakan berada di belakang Eriksson. Mereka menilai, pelatih itu sudah melakukan pekerjaan dengan baik. Kepada BBC Sports, defender Micah Richards mengatakan, pemain 100 persen mendukung Eriksson.

"Aku pikir ini gila. Eriksson sangat baik dengan siapa pun di man. City," tegas Richards. (BBC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau