Ali Masykur : MLB yang lain Ilegal

Kompas.com - 30/04/2008, 18:40 WIB

JAKARTA, RABU - Hari pertama Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan KH Abdurrahman Wahid di Parung, Bogor, memunculkan serangan kepada agenda MLB PKB Muhaimin Iskandar.

Plt Ketua Umum Dewan Tanfidz PKB, Ali Masykur Musa, dalam sambutannya menekankan bahwa, MLB PKB yang sah adalah yang sesuai dengan Muktamar Semarang. Dan itu kata Ali mMasykur, adalah MLB yang di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Syuro, yakni Gus Dur. "Karena itu, jika ada MLB yang tidak melibatkan Ketua Dewan Syuro, itu adalah ilegal," ujar Masykur yang disambut tepu tangan ribuan warga ponpes Al Ashriyyah.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Ketua Panitia MLB, Effendy Choirie. Gus Choi menyebut bahwa MLB di Parung itu sudah memenuhi AD/ART PKB jika merujuk pada jumlah DPW/DPC yang hadir. Effendy yang juga Ketua FPKB di DPR mengaskan ada 400 DPC dan lebih dari 30 DPW yang hadir.

"Dan itu sudah sesuai dengan Pasal 40 ayat 2 bahwa MLB yang dihadiri 2/3 dari jumlah DPW yang sah adalah sah. Jadi ini satu-satunya MLB yang sah," ujar Gus Choi. Seperti diketahui, selain MLB yang di Parung, PKB Muhaimin juga menggelar MLB di Hotel Mercure, Ancol pada 2-4 Mei. (had)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau