Bandara Dijaga Ketat, Pendemo tak Datang

Kompas.com - 01/05/2008, 15:45 WIB

TANGERANG, KAMIS - Pintu masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (BSH) Kota Tangerang, Banten, dijaga ketat oleh aparat untuk mengantisipasi aksi demo terkait peringatan hari buruh sedunia (may day) termasuk di pintu belakang M-1 di kawasan Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari.
    
Penjagaan ketat itu tidak pernah terjadi sebelumnya atau pada hari biasa, petugas berpakaian seragam siaga di depan pintu masuk dan belakang menggunakan senjata laras panjang termasuk patroli bermotor.
    
Pada pintu M-1 petugas dengan seragam lengkap memperhatikan semua pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas, bila dicurigai para sopir disuruh berhenti untuk dilperiksa.
    
Penjagaan ketat tersebut merupakan antisipasi adanya aksi demo secara besar-besaran kepada pengelola bandara termegah dan terbesar di Indonesia itu sehubungan hari buruh.
    
Selain petugas dari Polres Khusus Bandara, penjagaan juga dilakukan aparat keamanan sipil dan pengelola PT Angkasa Pura II. Bahkan petugas pengamanan berdiri di depan masing-masing gedung di antaranya kantor PT Angkasa Pura II, Balai Karantina, Kantor Administratur Bandara, menara penerbangan, termasuk gedung lainnya tidak seperti hari biasa.
    
Namun hingga pukul 13.20 WIB, aksi unjuk rasa para buruh ke bandara dengan sertifikat internasional itu tidak digelar meski petugas telah mengantisipasi dengan penjagaan sejak pukul 06.30 WIB.
    
Kapolres Metro Khusus Bandara Kombes Guntur Setyanto mengatakan, pihaknya berkewajiban untuk mengamankan obyek vital termasuk bandara dari aksi para pengunjukrasa. "Kami menurunkan petugas hanya sebagai antisipasi dan dilakukan agar bandara aman dari aksi demo apalagi yang bersifat anarkis," katanya.
    
Walau begitu, pihaknya juga menurunkan aparat berpakaian preman yang sengaja siaga di terminal I (dalam negeri) dan terminal II antarbangsa untuk keberangkatan maupun kedatangan. (ant)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau