TANGERANG, KAMIS - Pintu masuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (BSH) Kota Tangerang, Banten, dijaga ketat oleh aparat untuk mengantisipasi aksi demo terkait peringatan hari buruh sedunia (may day) termasuk di pintu belakang M-1 di kawasan Kelurahan Selapajang Jaya, Kecamatan Neglasari.
Penjagaan ketat itu tidak pernah terjadi sebelumnya atau pada hari biasa, petugas berpakaian seragam siaga di depan pintu masuk dan belakang menggunakan senjata laras panjang termasuk patroli bermotor.
Pada pintu M-1 petugas dengan seragam lengkap memperhatikan semua pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas, bila dicurigai para sopir disuruh berhenti untuk dilperiksa.
Penjagaan ketat tersebut merupakan antisipasi adanya aksi demo secara besar-besaran kepada pengelola bandara termegah dan terbesar di Indonesia itu sehubungan hari buruh.
Selain petugas dari Polres Khusus Bandara, penjagaan juga dilakukan aparat keamanan sipil dan pengelola PT Angkasa Pura II. Bahkan petugas pengamanan berdiri di depan masing-masing gedung di antaranya kantor PT Angkasa Pura II, Balai Karantina, Kantor Administratur Bandara, menara penerbangan, termasuk gedung lainnya tidak seperti hari biasa.
Namun hingga pukul 13.20 WIB, aksi unjuk rasa para buruh ke bandara dengan sertifikat internasional itu tidak digelar meski petugas telah mengantisipasi dengan penjagaan sejak pukul 06.30 WIB.
Kapolres Metro Khusus Bandara Kombes Guntur Setyanto mengatakan, pihaknya berkewajiban untuk mengamankan obyek vital termasuk bandara dari aksi para pengunjukrasa. "Kami menurunkan petugas hanya sebagai antisipasi dan dilakukan agar bandara aman dari aksi demo apalagi yang bersifat anarkis," katanya.
Walau begitu, pihaknya juga menurunkan aparat berpakaian preman yang sengaja siaga di terminal I (dalam negeri) dan terminal II antarbangsa untuk keberangkatan maupun kedatangan. (ant)