Gorbachev: AS Bisa Picu Perang Dingin II

Kompas.com - 07/05/2008, 15:56 WIB

LONDON, RABU - Amerika Serikat berisiko memulai Perang Dingin baru dengan upayanya meningkatkan pembangunan sistem perisai rudal di Eropa tengah dan timur.

Tudingan itu dilontarkan mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev dalam wawacara dengan harian Daily Telegraph, Rabu (7/5). Washington mengklaim sistem antirudal di Polandia dan Republik Czhechnya secara eksklusif untuk menangkal ancaman ’negara-negara bajingan’ seperti Iran. Namun, Gorbachev mengatakan pernyataan itu tidak bisa dipercaya.
   
Sebaliknya, dia mengatakan, pembangunan militer - ditambah ekspansi ke timur NATO kepada lingkungan pengaruh tradisional Rusia - dimaksudkan untuk menahan kebangkitan kembali Rusia, di mana Dmitry Medvedev dilantik sebagai presiden Rabu. "AS tak bisa menoleransi siapa pun yang bertindak independen. Setiap presiden AS selalu melakukan perang," katanya dalam wawancara yang dilakukan di Paris. "Mantan Presiden Vladimir Putin, yang akan menjadi perdana menteri bagi Medvedev, mungkin akan berperan langsung dalam kebijakan luar negeri Rusia, tidak akan memulai perang dengan AS atau negara lain berkaitan masalah itu," katanya.

"Kami melihat AS telah menyetujui suatu anggaran militer, dan menteri pertahanannya berjanji untuk memperkuat pasukan konvensional karena kemungkinan akan terjadi perang dengan China atau Rusia," katanya."Saya kadang-kadang mempunyai perasaan bahwa AS akan melakukan perang terhadap seluruh dunia," tambahnya.

Sikap Gorbachev itu bertentangan dengan komentar-komentar Kremlin belakangan ini. Semula pandangan mereka sama, namun sebenarnya terdapat pertentangan terselubung yang kini mengemuka.

Mantan presiden itu mengatakan, menegakkan unsur-unsur pertahanan rudal akan berdampak pada perlombaan senjata baru dan itu sangat berbahaya. "Amerika berjanji NATO tidak akan bertindak di luar batas Jerman setelah Perang Dingin, namun sekarang separuh dari Eropa tengah dan timur menjadi anggota (NATO), lalu apa yang terjadi dengan janji mereka?" kata Presiden yang terkenal dengan gagasan keterbukaannya, Perestroika dan Glasnost. "Itu menunjukkan bahwa mereka tak bisa dipercaya," katanya. Ia menambahkan, kebijakan Pemerintah AS saat ini dikendalikan oleh orang-orang industri militer," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau