Soal Keistimewaan Yogyakarta, Sikap Depdagri Belum Jelas

Kompas.com - 07/05/2008, 20:34 WIB

YOGYAKARTA, RABU - Menteri Dalam Negeri Mardiyanto tidak jadi menemui Panitia Khusus Keistimewaan DPRD DIY, Rabu (7/5) di Jakarta. Kedatangan pansus itu untuk membicarakan keistimewaan DIY yang masih terkatung-katung. Namun belum ada keputusan mengerucut dari pertemuan itu.

Pansus Keistimewaan DPRD DIY hanya ditemui Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri Sodjuangon Situmorang. Mendagri tidak bisa hadir karena menghadiri rapat terbatas di Istana Negara. Walau begitu, Dirjen Otda menemui pansus atas instruksi langsung Mendagri.  

"Mayoritas rakyat Yogyakarta sendiri menginginkan adanya penetapan gubernur, bukan pemilihan. Terhadap keinginan kami itu, Dirjen Otda mengatakan pusat jelas menghormati," ujar Deddy Suwadi, ketua pansus, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu malam.

Dirjen Otda juga menegaskan bahwa pusat pasti memberi solusi kalau Oktober nanti undang-undang keistimewaan (UUK) DIY belum jadi , misalnya mengeluarkan surat keputusan. Oktober masa berakhirnya jabatan gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X.   

"Jawaban Dirjen Otda Depdagri diakui belum memuaskan dan mengerucut. Namun pusat kini lebih berpikir untuk menaruh perhatian tentang keistimewaan DIY. Rancangan UUK DIY dikatakan masih dalam proses penggodokan," ujar Deddy.

Sementara itu, Paguyuban Lurah dan Pamong Desa Ing Sedya Memetri Asrining Yogyakarta (Ismaya) kecewa dengan keberangkatan Pansus Keistimewaan DPRD DIY menemui Mendagri. Mulyadi, Ketua Ismaya mengatakan, pansus belum punya sikap resmi. Pansus juga belum bertemu Sultan HB X dan Paku Alam IX.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau