SEMARANG, KAMIS - Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Provinsi Jawa Tengah memberi sinyal kenaikan tarif angkutan umum, menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Meski begitu, prosentase kenaikan tarif angkutan masih belum diputuskan.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organda Jateng Karsidi Budi Anggoro mengatakan, kenaikan harga BBM akan memukul para pengusaha trayek, terutama yang mengangkut penumpang dalam jarak dekat. Karena itu, kenaikan tarif tak bisa dihindari.
Kenaikan tarif itu berlaku baik untuk angkutan umum maupun angkutan barang. Saat ini, tarif angkutan umum di Jateng adalah Rp 114 per kilometer untuk setiap penumpang.
"Kami masih menghitung. Tentunya kami berharap agar kenaikan itu tidak terlalu membebani masyarakat, namun juga tidak merugikan pengusaha. Begitu harga BBM yang baru diumumkan, kami akan langsung mengumumkan kenaikan tarif angkutan umum," kata Karsidi, Kamis (8/5) di Kota Semarang.
Ia menambahkan, kenaikan tarif angkutan tidak akan terlalu tinggi jika pengusaha trayek bisa memangkas biaya-biaya yang tidak perlu, seperti pungutan liar di jalan. "Selain itu, ia berharap agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan berplat hitam yang dipakai untuk mengangkut penumpang. Kalau dua hal itu bisa diusahakan, kenaikan harga BBM tidak akan terlalu memberatkan pengusaha trayek," tambahnya.
Saat ini, di Jawa Tengah ada sekitar 8.200 armada bus antar kota dalam provinsi, 2014 armada bus antar kota antar provinsi, dan 40.000 angkutan kota termasuk taksi.
Untuk angkutan barang, Karsidi berharap agar pemerintah mengeluarkan kebijakan batas toleransi muatan yang lebih longgar. Dengan begitu, kelebihan muatan tidak akan dikenai retribusi.
Wakil Ketua DPD Organda Jateng Tutuk Kurniawan menambahkan, kenaikan harga BBM biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga komponen kendaraan. Hal itu akan semakin memberatkan pengusaha. Karena itu, ia berharap agar pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komponen kendaraan bisa diperingan. (A09)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang