YOGYAKARTA, JUMAT - Sekitar seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Yogyakarta berunjuk rasa menolak rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak. Aksi yang bersamaan dengan datangnya sejumlah pejabat, termasuk Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, ke prosesi pernikahan anak ketiga Sultan Hamengku Buwono X itu mendapatkan pengawalan ketat aparat.
Bahkan, pengunjuk rasa sempat bersitegang dengan polisi di depan Gedung Agung lantaran ingin berusaha menyampaikkan aspirasi lebih dekat ke perhelatan di keraton.
Sebelumnya, demonstran yang memulai aksi dari perempatan Tugu sempat diingatkan untuk tidak mendekat ke Keraton oleh sekelompok orang yang mengenakan atribut Front Anti Komunis Indonesia, ketika masih berada di jalan Mangkubumi. Saat itu, pengunjuk rasa baru saja berorasi dan melempar beberapa buah tomat ke pagar kantor Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta.
Pengunjuk rasa yang melajutkan aksi mereka kemudian tertahan oleh barikade polisi di dekat pintu kereta api antara Jalan Mangkubumi dan Malioboro. Namun, setelah lama bernegosiasi mereka kembali berjalan menuju Gedung Agung dengan pengawalan ketat.
Menurut mereka, kenaikkan harga BBM menunjukkan bahwa pemerintah tidak sungguh-sungguh memerhatikan rakyat. Saat ini, baru sebatas rencana saja sudah memicu naiknya harga barang dan biaya transportasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang