Kaum Miskin Kota Lebih Rentan Dampak Negatif BBM

Kompas.com - 12/05/2008, 12:06 WIB

JAKARTA, SENIN - Masyarakat miskin di perkotaan dinilai lebih rentan terkena dampak negatif dari kebijkan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah awal Juni mendatang daripada masyarakat miskin di pedesaan.

Menurut salah satu peneliti dari Unit Pengkajian dan Penelitian Potensi daerah Institut Teknologi 10 November (UP3D-ITS) Tuti Agnes, hal ini disebabkan biaya listrik, angkutan dan minyak tanah punya pengaruh cukup besar bagi masyarakat miskin di perkotaan dibanding pengaruh terhadap masyarakat miskin di pedesaan yang relatif kecil.

"Untuk daerah pedesaan pengaruhnya kurang dari dua persen. Contohnya kalau mereka nggak bisa beli minyak tanah lagi ya ganti dengan kayu bakar atau batu bara," ujar Tuti di Jakarta, Senin (12/5).

Pemerintah memang akan fokus menurunkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi dari kenaikan BBM kepada masyarakat miskin di sepuluh kota, di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Surabaya, Palembang, Kupang, Banjarmasin, dan Yogya.

Menurut Tuti, jika BLT diturunkan untuk daerah pedesaan, hanya akan cukup mengatasi makanan dan tidak menolong mereka untuk keluar dari faktor-faktor penyebab kemiskinan yang lain. "Pengeluaran-pengeluaran lain seperti listrik dan air tidak tercover. Berdasarkan evaluasi dua kali, BLT peruntukannya untuk makan," ujar Tuti.

Tuti juga mengkhawatirkan yang akan terjadi justru adalah penurunan kualitas untuk makanan karena menurut pengamatannya, dari Maret hingga April 2008 saja sudah ada kenaikan harga barang-barang sebesar 30 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau