Hantam Flu dengan Aromaterapi

Kompas.com - 13/05/2008, 19:08 WIB

PERUBAHAN cuaca bisa melemahkan daya tahan tubuh kita, sehingga flu mudah menyerang. Cobalah menyingkirkannya dengan terapi aroma.

Sejak dulu kala nenek moyang kita sebetulnya telah menggunakan wewangian  untuk upacara adat dan pengobatan. Sebut saja mandi air kembang bagi calon pengantin, serta pemakaian minyak gosok untuk penyembuhan. Namun karena cara tradisional sulit diukur kadar kemurniannya, maka pemakaian  minyak kayu putih, minyak lawang, minyak tawon, minyak telon dan sejenisnya itu  sulit untuk  digolongkan terapi aroma menurut konsep yang berkembang di Barat.

Dalam ilmu kedokteran terapi aroma merupakan cabang ilmu naturopatik, yang merupakan penatalaksanaan perawatan dan pengobatan menggunakan minyak esensial. Sedang minyak esensial adalah minyak yang berasal dari saripati tumbuhan aromatis yang biasa disebut minyak asiri.

"Minyak asiri ini merupakan hormon atau life force tumbuhan, yang bisa didapatkan dengan cara ekstraksi," kata Dr. Rachmi Primadiati, MNMed, DArom, DHerbMed, CIDESCO, CIBTAC, BABTAC, konsultan kecantikan kulit dan kosmetik serta aromatologist.

Minyak esensial mudah sekali menguap serta mempunyai titik didih tertentu. Maka  penyimpanannya dianjurkan menggunakan botol berwarna coklat atau tidak tembus cahaya. Efek pengobatan minyak esensial akan hilang bila terkena sinar matahari atau cahaya lampu, lantaran minyak ini mudah rusak atau terurai. Pemilihan minyak esensial pun harus berdasarkan pada karakter penggunanya. Orang yang mempunyai sifat introver dan ekstrover harus menggunakan minyak esensial yang berbeda.

Bisa Tidur Nyenyak
Perubahan cuaca pada musim panas ke musim penghujan atau sebaliknya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Inilah yang akhirnya menimbulkan flu dan pilek. Flu adalah infeksi virus yang mengenai hidung dan tenggorokan.
Terdapat beberapa minyak esensial yang bisa digunakan untuk mencegah maupun mengobati flu. Efek dan manfaat minyak esensial tidak hanya mengurangi gejala tetapi juga mengurangi resiko untuk terjadinya infeksi lebih lanjut.

“Minyak esensial itu berefek sebagai anti bakteri dan anti virus. Di samping itu juga merangsang kekebalan tubuh untuk melawan infeksi tersebut,” jelas Dr. Rachmi. Sebut saja antara lain minyak lavender, eucalyptus (sejenis kayu putih), peppermint, rosemary, tea tree, thyme (thymus bulgaris).

Mandi dengan marjoram juga bisa mengurangi demam, rasa sakit, menggigil, dan  sakit kepala yang biasanya menyertai flu. Cara yang terbaik untuk pengobatan flu adalah menggunakan metode inhalasi, yaitu minyak esensial yang dihirup. Atau, bisa juga dicampur dengan air hangat untuk mandi berendam.     
      
“Berendam dengan air hangat bersuhu sekitar 36 - 41 derajat Celcius yang telah ditetesi minyak tea tree sangat baik ketika terjadi gejala flu. Insya Allah bisa menghentikan perkembangan  flu," ujar Dr. Rachmi yang menempuh pendidikan keahliannya di Inggris ini.

Bisa Dikombinasi
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, sangat bagus bila metode berendam itu dikombinasikan dengan penggunaan minyak esensial secara steaminhalasi (menghirup uap air) yang mempunyai efek antibakteri. Tapi temperatur pada steam tidak boleh terlalu panas, karena akan membakar selaput lendir di daerah hidung dan tenggorokan.

Minyak ekaliptus dan tea tree mempunyai efek sebagai antivirus, sehingga sangat baik digunakan pada steam. Dapat juga digunakan secara selang seling minyak rosemary atau peppermint sebagai pengganti ekaliptus dan tea tree. Namun Dr. Rachmi mengingatkan, “Walaupun keduanya berefek sebagai stimulan, penggunaannya akan mengganggu tidur Anda. Makanya pada malam hari gunakan inhalasi dengan lavender. Karena lavender juga berefek menenangkan, sehingga akan mempermudahkakn Anda mengalami tidur yang nyenyak.”

Tidur nyenyak setelah menggunakan minyak lavender dengan kombinasi minyak marjoram, ternyata juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta menyembuhkan flu. Minyak lavender juga baik disemprotkan di ruang tidur, terutama bagi yang terserang flu disertai batuk. “Jangan lupa meningkatkan mutu makanan yang cukup protein, vitamin C, serta banyak minum air putih,” tambah Dr. Rachmi.

Jangan Berlebihan
Untuk mengatasi flu, Anda dapat menggunakan beberapa metode. Pilihlah sesuai selera dan situasi Anda.
1. Cara steaminhalasi. Gunakan air panas yang tidak dalam keadaan mendidih sebanyak 2 gelas. Tuang dalam baskom lalu tambahkan  2-3 tetes minyak esensial. Setelah itu uapnya dihirup. Lakukan 10-15 menit.
2. Untuk mandi dan berendam. Isi bak hingga setinggi 20 centimeter dengan air hangat bersuhu 38 – 41 derajat Celcius. Tambahkan minyak esensial sekitar 4-6 tetes, aduk rata. Berendamlah selama 15 menit.
3. Dihirup langsung. Minyak esensial bisa dihirup langsung setelah diteteskan pada tisu, atau bisa juga diteteskan pada bantal sebanyak 1-2 tetes. Cara ini sangat bagus untuk mengatasi hidung tersumbat.
4. Dilakukan pijatan. Caranya, pijat tubuh dengan larutan minyak pembawa (carrier oil) dengan dosis satu sendok makan dicampur 3-4 tetes minyak esensial. "Cara ini untuk melancarkan sirkulasi darah serta mengurangi sakit otot," kata Dr. Rachmi.

Pilihlah minyak esensial tea tree, ekaliptus, peppermint, lavender, rosemary, thyme sebagai persediaan. Anda dapat membelinya di toko obat atau gerai khusus penjual bahan-bahan terapi aroma. Sesuaikan dosis yang dianjurkan oleh aromatologist (dokter ahli aromatologi). Supaya efektif, pilihlah minyak esensial yang sesuai dengan karakter Anda. Dengan begitu efek yang dihasilkan lebih optimal.

Dokter Rachmi juga mengingatkan, “Jangan menggunakan dosis melebihi yang dianjurkan, karena tidak akan mempercepat penyembuhan malahan bisa berakibat sebaliknya.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau