Aksi Borong BBM Landa Balikapapan

Kompas.com - 18/05/2008, 10:42 WIB


BALIKAPAN, MINGGU- Meski Pertamina memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kaltim tercukupi, namun dalam beberapa hari ini terjadi antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Balikpapan. Pengamatan Tribun di lapangan, SPBU di Jl Soekarno Hatta, sejak Sabtu (17/5) hingga Minggu (18/5), antrean panjang terlihat disana-sini.  Dinas Perhubungan (Dishub) terpaksa menerjunkan petugasnya supaya arus lalu lintas tetap lancar. "Sejak jam buka, pom bensinnya sudah penuh antrean begini. Jalan di sini kan nggak terlalu lebar. Jadi ya... macet," kata petugas Dishub, Rudiansyah yang kemarin membawa empat orang rekannya untuk mengatur kendaraan yang lalu lalang di sekitar SPBU.

Seorang pengendara mengaku telah mengantre hampir setengah jam untuk membeli premium. "Saya sudah ngantre di sini hampir setengah jam. Pokoknya begitu dapat kesempatan, akan saya penuhi tanki bensin mobil saya. Jadi besok- besok nggak ngantre lagi," ujar Gina, pengendara mobil Toyota Kijang.

Tidak hanya di SPBU Jl Soekarno Hatta, antrean borong BBM juga terlihat di SPBU Ring Road Jl MT Haryono.  Kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah di Kaltim, terutama kawasan bagian selatan, seperti di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Hanya saja, kondisi seperti itu tidak terjadi di Samarinda dan sekitarnya. SPBU di Jalan Juanda misalnya, mobil yang mengantri tak sampai tiga mobil.

Begitu pula di Jalan Slamet Riyadi, Kadrie Oening, maupun di sejumlah SPBU di Seberang serta kawasan pinggiran kota. Menurut Asisten Manajer External Relation Unit Pemasaran (Upms) VI Pertamina, Bambang Irianto, kondisi ini terjadi karena masyarakat panik. "Saya melihat fenomena ini terjadi karena masyarakat mengalami kepanikan terkait dengan rencana pemerintah menaikkan BBM. Akibatnya, terjadilah aksi seperti ini. Tidak hanya di Kaltim, tapi kondisi ini juga terjadi di wilayah lain di luar Kaltim. Padahal stok BBM itu aman-aman saja, bahkan tetap aman meski konsumsi Kaltim sampai saat ini sudah over 19 persen," kata Bambang.

Karena itu, Bambang kembali mengimbau masyarakat agar tidak panik, sehingga penyaluran BBM bisa lebih merata. "Kita jamin stok BBM aman, cukup," ujarnya. Ia juga mengingatkan agar SPBU melayani pembeli dengan baik, dan tidak melanggar aturan. Pelanggaran yang dimaksudkannya itu seperti melayani pembelian BBM yang tidak wajar. "Seperti melayani pembeli dengan motor tapi tanki bensinnya mencapai 30 liter," katanya. (tribun kaltim/bdu)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau