Sopir Bus Ancam Mogok Massal

Kompas.com - 20/05/2008, 21:11 WIB

CIREBON, SELASA- Kebijakan pembatasan pembelian solar untuk bus-bus umum oleh Pertamina yang sudah diterapkan di semua SPBU akan dijawab Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan di Jalan) Cirebon dengan rencana mogok massal. Sebab, bus akan lebih sering berhenti untuk membeli solar, sehingga waktunya menjadi banyak terbuang.

"Kami protes keras. Pertamina seharusnya tidak gegabah mengeluarkan kebijakan yang membuat seluruh bus umum harus kehilangan waktu, padahal setiap bus mempunyai jadwal pemberangkatan dan kedatangan yang sudah ditentukan," kata Ketua Organda Cirebon Iskandar Agus Banaji, di Cirebon, Selasa (20/5).

Menurut Iskandar, keluarnya surat edaran Pertamina soal kuota pembelian solar tanggal 15 Mei 2008 itu membuat resah pengusaha bus, karena dipastikan bus harus lebih sering masuk ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan pasti juga mengurangi kenyamanan penumpang.

Dalam surat edaran itu, bus-bus angkutan umum dibatasi hanya boleh membeli solar Rp 250.000 atau 50-60 liter untuk jurusan Cirebon-Bandung atau Cirebon-Jakarta. 

Menurut Iskandar, kuota pembelian seharusnya hanya diberlakukan untuk kendaraan pribadi atau truk angkutan barang yang tidak dibatasi oleh jadwal operasi. "Kami telah melayangkan surat agar Pertamina mencabut kuota itu untuk bus-bus  umum. Bila tidak, terpaksa kami ambil sikap tegas. Kita akan minta seluruh pengelola bus untuk mogok," katanya.

Iskandar mengungkapkan, pihaknya juga mengajukan protes secara lisan ke Pertamina, namun mendapat jawaban bahwa aturan itu hanya berlaku untuk kondisi "rush" atau pembelian melonjak. "Kalau memang sifatnya hanya antisipasi untuk rush, mestinya dituangkan langsung dalam surat itu, ini supaya tidak menimbulkan salah penafsiran bahwa aturan itu berlaku juga dalam keadaan normal," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau