Tiga Agenda Wisata di Jambi Ditunda

Kompas.com - 21/05/2008, 19:25 WIB

JAMBI, RABU - Tiga agenda kepariwisataan berskala nasional, yaitu Festival Candi Muaro Jambi, Festival Danau Kerinci, dan Festival Arung Jeram ditunda pelaksanannya. Sejumlah wisatawan mancanegara yang telah memesan paket perjalanan tempat kegiatan akan dilangsungkan, sangat kecewa, dan membatalkan rencana kedatangannya ke Jambi.

Festival Candi Muaro Jambi sedianya akan berlangsung 28 Mei-2 Juni di kompleks percandian Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, ditunda ke bulan Juli. Festival Danau Kerinci juga ditunda Pemkab Kerinci dari rencana semula pada Juli menjadi November. Sedangkan Festival Arung Jeram di Sungai Batang Merangin, Kabupaten Merangin, ditunda menjadi 25-28 Juni, dari jadwal semula 30 Mei.

"Kami tidak dapat berbuat banyak, karena penundaan kegiatan-kegiatan festival tersebut diputuskan oleh pihak kabupaten sebagai penyelenggara," ujar Mualimah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi, Selasa (20/5).

Menurut Mualimah, informasi tiga agenda pariwisata ini telah disebar ke berbagai negara sejak awal tahun, dan masuk ke dalam agenda wisata tahunan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar). Acara ini juga telah dimasukkan dalam paket-paket wisata oleh kalangan agen perjalanan.

"Kami sudah mewanti-wanti kabupaten supaya jadwal jangan diubah, karena bisa menurunkan citra Jambi," ujarnya.

Namun, tambah Mualimah, pihaknya tidak dapat memaksakan daerah untuk melaksanakan festival sesuai jadwal, karena bagaimanapun mereka adalah penyelenggara kegiatan tersebut. Pemkab Muaro Jambi menunda acara ini karena alasan dana belum cair. Pemkab Merangin juga menyatakan belum siap, dan butuh waktu lagi untuk menyiapkan acara Arung Jeram.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Festival Candi Muaro Jambi, dilaksanakan berurutan setelah kegiatan Kemah Budaya di lokasi yang sama selama sepekan. Namun, karena festival ditunda, dua kegiatan itu terpaksa harus dipisah. Kemah Budaya tetap dilangsungkan sesuai jadwal, yaitu 22-29 Mei.

Ditambahkan Jafar Rasuh, Kasubdin Kesenian Disbudpar Provinsi Jambi, sebenarnya Festival Muara Jambi yang sudah tujuh tahun berturut-turut dilaksanakan tidak hanya diagendakan oleh Depbudpar. Kegiatan ini juga telah disebar oleh agen-agen perjalanan yang tergabung dalam asosiasi agen travel (Asita) ke berbagai negara.

Karena itulah, tambah Jafar, ketika festival akhirnya ditunda, banyak wisatawan kecewa. Sejumlah wisatawan Jepang dan Taiwan yang sudah memesan paket wisata ke Jambi untuk mengikuti festival itu, terpaksa membatalkan perjalanannya. Mereka dimungkinan mengalihkan wisata ke daerah atau mungkin negara lain.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau