Van Der Sar, si Schmeichel Baru

Kompas.com - 22/05/2008, 05:30 WIB

SEJAK Peter Schmeichel pensiun, Manchester United (MU) sulit menemukan penjaga gawang tangguh. Namun, pada 1 Juni 2005, Sir Alex Ferguson yang terus berusaha menemukan 'Schmeichel baru' berhasil menemukan talenta itu pada diri Edwin van der Sar.

Keputusan sang manajer memang terbilang sangat berani. Bagaimana tidak, Van Der Sar yang dibuang Juventus ke tim gurem Premier League, Fulham, pada tahun 2001, belum menunjukkan performa fantastis di kompetisi Inggris tersebut.

Tapi feeling Ferguson tak meleset karena di Old Trafford, mantan penjaga gawang Ajax Amsterdam tersebut seperti menemukan kembali kepiawaiannya yang sempat hilang. Konsistensinya dalam mengawal gawang "Setan Merah" tak perlu diragukan lagi sehingga Ferguson tak pernah menggeser posisi pemain berusia 37 tahun itu.

Gelar demi gelar mulai dia persembahkan bagi The Red Devils sejak tahun 2006, mulai dari Piala Liga Inggris (2006), Community Shield (2007) dan trofi Premier League dalam dua musim terakhir. Puncak prestasi kapten timnas Belanda itu terjadi pada final Liga Champions 2008 ketika MU melawan Chelsea.

Dalam pertarungan antara sesama tim Premier League itu di Stadion Luzhniki, Van Der Sar membuat penyelamatan gemilang ketika menghalau tendangan penalti Nicholas Anelka. Dia berhasil mengantisipasi arah bola tendangan striker Chelsea tersebut dan MU pun berhak menggondol trofi paling bergengsi di Eropa tersebut setelah tahun 1967/68 dan 1998/1999.

Van Der Sar memang layak mendapat predikat pahlawan MU. Untuk musim ini, dia sukses membawa MU meraih double winners alias dua gelar juara, yakni Premier League dan Liga Champions.

Meskipun masih kalah mentereng dari Schmeichel yang masuk daftar kiper legendaris di Old Trafford--Schmeichel sukses mempersembahkan treble winners setelah MU juara Piala FA, Premier League dan Liga Champions pada musim 1998/1999--, tapi persembahan Van Der Sar sudah sangat memuaskan.

Bukti kehebatannya mengawal gawang MU adalah minimnya jumlah gol yang bersarang di gawang The Red Devils sepanjang musim ini. Di kompetisi Premier League, gawangnya hanya kebobolan 22 kali--paling sedikit di Liga Inggris--, dan di Liga Champions, dia hanya lima kali memungut bola dari dalam gawangnya.

Tak salah jika pada 21 Desember 2007, Ferguson berani memperpanjang kontrak Van Der Sar untuk satu musim lagi hingga tahun 2009 nanti. Pasalnya, kiper berusia 37 tahun yang sudah sempat merasakan gelar Liga Champions bersama Ajax pada tahun 1995 itu dinilai masih punya potensi untuk membawa MU sebagai raja sepakbola dunia. (LOU)

Profil singkat

Nama: Edwin van der Sar
TTL: Voorhout, Belanda / 29 Oktober 1970

- Karier klub
Yunior
1990–1992: Ajax
Senior
Tahun            Klub                Penampilan (gol)
1990–1999        Ajax                    226 (1)
1999–2001        Juventus            066 (0)
2001–2005        Fulham                126 (0)
2005–...?        Manchester United    100 (0)  

- Karier timnas
1994– ...,?        Belanda            123 (0)

- Penghargaan bersama klub

Ajax:
    * Eredivisie: 1994, 1995, 1996, 1998
    * KNVB Cup: 1993, 1998, 1999
    * UEFA Champions League: 1995
    * UEFA Cup: 1992
    * European Super Cup: 1995
    * Intercontinental Cup: 1995

Fulham:
    * UEFA Intertoto Cup: 2002

Manchester United:
    * FA Premier League: 2007, 2008
    * English League Cup: 2006
    * Community Shield: 2007
    * UEFA Champions League: 2008
    
- Penghargaan individual
    * Best European Goalkeeper: 1995
    * Dutch Football Goalkeeper of the Year: 1994, 1995, 1996, 1997
    * Dutch Golden Shoe: 1998

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau