Tekanan ke Hillary agar Mundur Semakin Kencang

Kompas.com - 25/05/2008, 10:03 WIB

WASHINGTON, MINGGU - Tekanan terhadap mantan ibu negara AS Hillary Clinton agar mundur dari perjuangannya merebut nominasi Demokrat semakin kuat. Tekanan ini bermunculan setelah istri Bill Clinton tersebut dinilai praktis berpeluang kecil untuk menyisihkan rivalnya di Demokrat Barack Obama. 

Namun, kenyataan tersebut tidak sepenuhnya menurunkan semangat pendukung setia Hillary untuk menyuarakan keberpihakan mereka hingga titik perjuangan terakhir Hillary menuju puncak kekuasaan di Gedung Putih. 

Sebagai suatu contoh adalah Lindsay Tanner (32), salah satu akuntan dari Birmingham, Alabama. " Dimanapun ia berada, disitupun aku berada," kata Tanner yang  mengambil cuti selama berminggu-minggu hanya untuk menyampaikan dukungannya dengan mengunjungi lokasi kampanye Hillary di Texas, Pennsylvania, Indiana serta Kentucky.
 
Sebagian besar pendukung setia Hillary tidak dapat menerima kemungkinan kandidat presiden pujaan mereka itu disisihkan oleh Obama dalam nominasi Demokrat. Mereka berencana menyampaikan suara mereka ke kandidat Republik atau lebih memilih golput ketimbang memilih Obama apabila Hillary tersingkir dari nominasi.

Rumor yang beredar menjelang akhir pekan belakangan menyebutkan Obama terlibat perbincangan dengan Hillary untuk menjadikan mantan ibu negara AS itu sebagai calon wakil presidennya. Juru bicara Obama Robert Gibbs menyebut laporan tersebut "sama sekali tidak benar." Sementara juru bicara Hillary Mo Elleithee menyebutnya sebagai laporan yang "tidak masuk akal."

Beberapa pendukung Hillary seperti Gubernur Pennsylvania Ed Rendell dan Senator New York Charles Schumer berpendapat pembentukan pasangan Obama-Hillary merupakan harapan terbaik Demokrat untuk tiket menuju pemilihan presiden AS. Namun, harapan itu tampaknya telah dibuyarkan oleh Hillary yang berkomentar tentang alasannya tetap berjuang merebut nominasi.

Hillary sempat mengingatkan wartawan di South Dakota bahwa suaminya, Bill Clinton, baru dinyatakan unggul pada Juni 1992 setelah memenangi pemilihan pendahuluan di California. Hillary juga mengantisipasi terulangnya kasus pembunuhan Robert Francis Kennedy (RFK) di Los Angeles setelah adik presiden AS John F Kennedy itu memenangi pemilihan pendahuluan California sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat pada 5 Juni 1968. Kasus yang menimpa RFK itu telah membuka peluang bagi Humphrey untuk menjadi capres.

Namun, Hillary meminta maaf apabila pernyataannya tentang RFK telah menimbulkan perasaan tersinggung dari beberapa pihak, terutama keluarga Kennedy. Sementara juru bicara Obama Bill Burton menyayangkan pernyataan tidak pantas yang keluar dari mulut Hillary itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau