Rumah Sakit Jangan Diskriminatif

Kompas.com - 25/05/2008, 12:42 WIB

 

KANDANGAN, MINGGU - Pelayanan kesehatan yang diberikan rumah sakit, khususnya rumah sakit swasta hendaknya tidak diskriminatif bagi warga miskin. Rumah sakit yang mengabaikan aturan menyediakan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu selayaknya izinnya dicabut karena selain meninggalkan fungsi sosial, juga menyalahi aturan kesehatan itu sendiri.

"Rumah sakit swasta harus menyediakan ruang kelas III bagi pasien miskin dan memberikan pertolongan pertama tanpa menarik uang muka. Kalau tidak memenuhi syarat tersebut, rumah sakit tersebut harus diberi sanksi yang tegas, termasuk pencabutan izin operasionalnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Rosehan Adani pada peresmian Rumah Sakit Pahlawan Medical Centre di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Minggu (25/5).

Rosehan mengungkapkan, sesuai dengan aturan yang ada, setiap rumah sakit swasta yang dibangun oleh yayasan wajib menyediakan minimal 25 persen dari ruang yang ada untuk warga miskin. Sedangkan berbentuk perseroan terbatas (PT) minimal menyedian 10 persen dari ruang tempat tidur yang ada.

Di Kalsel, kata Rosehan, saat ini ada 27 rumah sakit. Sebanyak 14 di antaranya adalah rumah sakit pemerintah dan 13 buah rumah sakit swasta. Sementara jumlah total tempat tidur yang tersedia ada 1.468 buah. Padahal, idealnya satu tempat tidur untuk seribu penduduk. "Artinya, Kalsel masih banyak kekurangan pelayanan kesehatan, walaupun sekarang seluruh kecamatan memiliki satu hingga dua puskesmas," jelasnya.

Karena kondisi itulah, jelasnya, masih banyak warga miskin yang belum terlayani kesehatannya dengan baik. Peran rumah sakit swasta di sini menjadi sangat penting. Apalagi, saat ini untuk pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) di Kalsel diberikan lebih dari 842.000 warga miskin. Dan kebanyakan mereka dilayani rumah sakit pemerintah.

Namun, rumah sakit pemerintah terbatas dalam melayani mereka kerap dijumpai banyak warga yang harus dirawat di gang-gang jalan dalam rumah sakit setempat. Untuk mengurangi kondisi tersebut, rumah sakit swasta harus bersedia menerima mereka apabila rumah sakit pemerintah tidak mampu dalam pelayanannya, katanya.

Sementara Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan, Bahdar Johan mengatakan, berdirinya rumah sakit modern seluas 3,8 hektar dengan biaya Rp 15 miliar yang letaknya 130 ki lometer dari Banjarmasin, ibukota Kalsel ini sangat menggembirakan karena dapat menjadi pemacu pelayanan kesehatan pada rumah sakit pemerintah dan lainnya di daerah semakin baik lagi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau