Mikrolet M11, 09, 9A, M24 Masih Mogok

Kompas.com - 27/05/2008, 09:59 WIB

JAKARTA, RABU - Aksi mogok sopir Mikrolet M11 jurusan Tanah Abang- Kebayoran Lama, Mikrolet 09 jurusan Tanah Abang-Meruya, Mikrolet 9A jurusan Tanah Abang-Kampung Baru, dan mikrolet M24 jurusan Srengseng-Grogol masih berlanjut, Rabu (27/5).

Para sopir memilih memarkir kendaraan mereka di rumahnya. Beberapa di antaranya memilih parkir kendaraannya di trotoar jalan. Aksi hari ini memasuki hari kedua mogok operasi para sopir. Belum adanya keputusan dari Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat) soal tarif baru membuat para sopir memilih terus mogok.

"Tarif  Organda turun baru kita keluar. Kalau nggak begini terus," ujar Engky, sopir mokrolet M11. Engky menjelaskan para sopir memilih tidak beroperasi karena tidak mendapat keuntungan jika tarif lama masih diberlakukan. Bahkan jika penumpang sepi, kerugian membayangi para sopir tersebut.

"Biasanya waktu normal untuk setengah hari saya isi sepuluh liter. Itu harganya Rp 50 ribu. Sekarang sudah naik Rp 60 ribu. Kalau begini terus saya bisa tekor," ujarnya.

Ia menghendaki, Organda segera memutuskan menaikan tarif sebesar 30 persen. "Kalau selama ini Tanah Abang-Kebun Jeruk Rp 3.000 dinaikanlah ke Rp 3.500. Kalau sudah ada keputusan siang ini, siang ini juga langsung jalan," ujarnya.Ali, sopir M11 lainnya mengatakan hingga saat ini (27/5), pihaknya belum mengetahui keputusan dari Organda.

Pertemuan pihak Organda dan para sopir direncanakan dilakukan siang nanti. "Dengar-dengar siang nati kita ketemu. Kita kumpul di Kelapa Dua sebelum ke Organda," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau