JAKARTA, RABU - Aksi mogok sopir Mikrolet M11 jurusan Tanah Abang- Kebayoran Lama, Mikrolet 09 jurusan Tanah Abang-Meruya, Mikrolet 9A jurusan Tanah Abang-Kampung Baru, dan mikrolet M24 jurusan Srengseng-Grogol masih berlanjut, Rabu (27/5).
Para sopir memilih memarkir kendaraan mereka di rumahnya. Beberapa di antaranya memilih parkir kendaraannya di trotoar jalan. Aksi hari ini memasuki hari kedua mogok operasi para sopir. Belum adanya keputusan dari Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat) soal tarif baru membuat para sopir memilih terus mogok.
"Tarif Organda turun baru kita keluar. Kalau nggak begini terus," ujar Engky, sopir mokrolet M11. Engky menjelaskan para sopir memilih tidak beroperasi karena tidak mendapat keuntungan jika tarif lama masih diberlakukan. Bahkan jika penumpang sepi, kerugian membayangi para sopir tersebut.
"Biasanya waktu normal untuk setengah hari saya isi sepuluh liter. Itu harganya Rp 50 ribu. Sekarang sudah naik Rp 60 ribu. Kalau begini terus saya bisa tekor," ujarnya.
Ia menghendaki, Organda segera memutuskan menaikan tarif sebesar 30 persen. "Kalau selama ini Tanah Abang-Kebun Jeruk Rp 3.000 dinaikanlah ke Rp 3.500. Kalau sudah ada keputusan siang ini, siang ini juga langsung jalan," ujarnya.Ali, sopir M11 lainnya mengatakan hingga saat ini (27/5), pihaknya belum mengetahui keputusan dari Organda.
Pertemuan pihak Organda dan para sopir direncanakan dilakukan siang nanti. "Dengar-dengar siang nati kita ketemu. Kita kumpul di Kelapa Dua sebelum ke Organda," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang