SAMARINDA, RABU- Elpiji untuk Surabaya, Jawa Timur, ternyata dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur, sebab harga jualnya lebih mahal.
Di Surabaya, satu tabung berisi 12 kilogram elpiji dijual kisaran Rp 400.000. Namun, di Samarinda harga jualnya bisa mencapai Rp 800.000. ''Karena bisa dijual lebih mahal yang menyebabkan elpiji dikirim ke sini,'' kata Kepala Kepolisian Kota Besar Samarinda, Komisaris Besar Marwoto Soeto, Rabu (28/5), di Samarinda, Kaltim.
Demikian merupakan hasil pengembangan penyelidikan atas kasus meledaknya sebuah kontainer yang berisi tabung-tabung elpiji di Pelabuhan Samarinda, Selasa lalu. Dua tewas dalam kejadian itu. Kontainer yang menjada sumber ledakan ringsek dan pintu besi di seberang kontainer berlubang. Tabung-tabung dalam kontainer yang meledak itu diketahui berasal dari Surabaya.
Seharusnya, tabung tak boleh dikirim dalam kontainer tertutup. Selain itu, pasokan untuk Kalimantan sepenuhnya dipenuhi oleh Unit Pengolahan V Balikpapan, Kaltim. Marwoto mengatakan, masih ada beberapa kontainer lagi yang diduga berisi tabung-tabung elpiji. Polisi belum dapat memastikan dan membuka kontainer sebab khawatir kejadian Selasa lalu terulang. (BRO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang