Jamu madura

Antara Mitos dan Khasiat

Kompas.com - 28/05/2008, 15:41 WIB

Oleh: Agnes Swetta Pandia

Jamu madura tersohor khasiatnya. Jamu madura tidak hanya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi juga berkhasiat untuk meningkatkan vitalitas kaum pria. Industri jamu di Pulau Madura itu umumnya di rumah penduduk.

Tidak seluruh bahan bakunya adalah hasil tanaman di Pulau Madura, tetapi justru dari daerah lain. Pelaku usaha rumahan yang khusus membuat jamu biasanya membeli bahan baku jamu di pedagang di Surabaya.

Hal ini seperti diungkapkan Abdullah Alkaf (33), yang mengembangkan usaha pembuatan jamu di rumahnya di Kabupaten Pamekasan. Selain jamu siap minum, pengusaha jamu umumnya juga menjual bahan baku. Biasanya konsumen membeli paket bahan baku jamu untuk satu jenis penyakit.

Hampir setiap malam di tempat usaha mengolah jamu sekaligus sebagai toko, Abdullah menyediakan jamu siap minum. "Banyak pelanggan pada sore hari datang ke warung ini untuk minum jamu.

Mereka tinggal menyebut jamu untuk mengurangi rasa lelah atau sesuai dengan penyakit. Saya langsung menyeduhnya," kata ayah dari dua anak ini.

Cabai jamu

Salah satu bahan baku jamu yang murni dari Madura adalah cabai jamu. Komoditas ini memiliki prospek cerah karena permintaan pasar terus meningkat. Cabai jamu memiliki banyak khasiat, baik untuk perawatan kecantikan maupun kesehatan. "Bukan hanya pengusaha jamu kelas rumahan yang butuh cabai jamu, tetapi juga pabrik jamu dan obat," katanya.

Menurut Moya (40), cabai jamu memiliki nilai ekonomis tinggi karena harga jual dan kemampuan produksinya cukup tinggi. Proses pembudidayaannya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memetik hasilnya.

Proses panennya sangat cepat. Dalam setahun, petani bisa memetik buahnya minimal dua kali.

Pengembangan areal cabai jamu setiap tahun semakin bertambah, terbukti arealnya telah merambah ke beberapa kecamatan.

Menurut Moya, yang paling digemari konsumen adalah jamu rapat ayu dan jamu sehat, yang memang sudah dipatenkan perusahaan tempat dia bekerja. "Sekarang berbagai penyakit diobati dengan minum jamu.

Setiap hari konsumen berjubel membeli bahan baku atau jamu yang sudah siap dikonsumsi," kata Moya.

Bahan baku jamu yang tersedia di perusahaan tersebut sedikitnya 100 jenis, mulai akar pohon, kulit pohon, daun, biji-bijian, sampai rempah-rempah. "Kami tidak hanya menyediakan bahan baku, tetapi juga mengolah dan mengemas jamu untuk dijual di kios atau toko obat," kata Ina (25).

Konsumen biasanya membeli bahan baku dalam jumlah besar. Ada juga konsumen yang membeli jamu siap seduh. "Hampir setiap hari kami menggiling bahan baku jamu karena permintaan akan jamu terus meningkat, terutama untuk mengurangi asam urat, kolesterol, dan diabetes," ujar Ina.

Menurut Abdullah Alkaf, khasiat jamu madura tidak perlu diragukan sebab jumlah peminatnya terus bertambah seiring dengan semakin beragamnya penyakit. Jamu madura memang unggul dalam peningkatan vitalitas bagi kaum pria maupun perempuan.

Bukan hanya mitos, jamu madura benar-benar berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit. Industri jamu yang pemrosesannya di rumah umumnya juga sudah berupaya mendapatkan sertifikasi dari dinas kesehatan sehingga produknya benar-benar aman dikonsumsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau