JAKARTA, MINGGU - Pancasila mulai terlupakan beberapa tahun ini. Masyarakat dan pemerintah seakan terlalu sibuk dengan permasalahan perekonomian Indonesia di tengah keminusan anggaran pendapatan belanja negara saat ini.
"Padahal, Pancasila dibentuk saat Indonesia akan merdeka, dibangun dengan prinsip gotong royong. Saat jalan santai tadi, partisipan PDI P bernyanyi Maju Tak Gentar, Garuda Pancasila dan meneriakkan Merdeka! Aduh, hati saya rasanya bangkit kembali," ujar Ketua Umum PDI P, Megawati, Minggu (1/6).
Pada Minggu (1/6) ini, PDI P menggelar jalan santai bersama ratusan ribu pendukungnya. Sekembalinya dari HI, dia berorasi di sebuah panggung di Monas. Namun, ia menolak jika ini merupakan salah satu sarana untuk berkampanye.
Menurut dia, banyak yang mempertanyakan apakah Indonesia masih memerlukan falsafah bangsa. "Saya sedih, saya berdoa, negeri ini tidak akan merdeka jika tidak ada Pancasila," tuturnya.
Dia yakin rakyat dapat bangkit di tengah keterpurukan ekonomi yang ditambah dengan kenaikan harga BBM. Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini, lanjutnya, tidak sebanding dengan perjuangan kemerdekaan dulu. "Kali ini hanya mendapat cobaan yang menurut saya bisa diatasi, asal pemerintahnya berpihak kepada rakyat. Jangan ngomong secara kecap," jelasnya.
Megawati juga mempertanyakan sampai kapan pemerintah mampu memberikan bantuan langsung tunai (BLT). Oleh karena itu, dia dengan tegas mengatakan tidak setuju dengan pemberian BLT.
Menurut dia, BLT melatih warga menjadi 'pengemis'. "Saya tidak setuju pemberian BLT. Seberapa kuat pemerintah bisa memberikan BLT. Itu membuat bangsa kita menjadi bangsa meminta-minta. Rakyat butuh kailnya, pancingannya, bukan ikannya," ujar Megawati saat berorasi di depan 150.000 partisipan PDI P.
"Ini bukan kampanye, tapi bener-benar ngomong ke warga PDI P," katanya.(BOB)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang