Sutiyoso Minta Pemain Tebus Kekalahan Piala Thomas

Kompas.com - 09/06/2008, 15:02 WIB

Laporan wartawan Kompas.com, Tjahjo Sasongko

JAKARTA, SENIN - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Sutiyoso meminta para pemain putra Indonesia mencetak prestasi di Djarum Indonesia Open Super Series 2008 sebagai penebus kegagalan di Piala Thomas.

Pada ajang Piala Thomas bulan Mei lalu tim Indonesia gagal memenuhi target untuk lolos ke final. Mereka disingkirkan Korea Selatan di babak semifinal. "Buat para pemain putra anggaplah turnamen ini untuk penebus kekalahan di Piala Thomas lalu. Sementara buat pemain putri turnamen ini bisa dijadikan pembuktian bahwa mereka sudah sejajar dengan para pemain kelas dunia," kata Sutiyoso dalam acara konferensi pers Djarum Indonesia Open di Jakarta, Senin (9/6).

Djarum Indonesia Open merupakan kejuaraan bulu tangkis perseorangan yang masuk dalam kalender super series Badminton World Federation (BWF). Kejuaraan ini akan dilangsungkan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta pada 17 hingga 22 Juni 2008, dan diikuti lebih dari 150 atlet dari 27 negara.

Berdasar hasil undian yang dilakukan 3 Juni 2008, para pemain tunggal putra yang diturunkan adalah Lee Chong Wei dari Malaysia, Bao Chunlai dan Chen Jin dari China, Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, serta Simon Santoso dari Indonesia, serta Peter Gade dari Denmark.

Sementara di bagian ganda putra, Indonesia menurunkan peringkat satu dunia Markus Kido-Hendra Setiawan serta Luluk Hadiyanto-Alvent Yulianto yang merupakan peringkat tujuh dunia. Sementara China menurunkan pasangan Fu Haifeng-Cai Yun.

Menurut ketua panitia pelaksana Mimi Irawan, perangkat satu dunia Lin Dan di tunggal putra serta Xie Xinfang di bagian putri tidak turut karena sakit.

Pada turnamen tahun ini, total hadiah yang akan diberikan sebesar 250 ribu dollar AS. Yang berbeda dibanding tahun lalu adalah besar hadiah untuk tunggal putra dan tunggal putri disamakan yaitu 18.750 dollar AS.

Menurut ketua pelatih PBSI Christian Hadinata, para pemain diminta untuk tampil sebaik mungkin karena ajang ini merupakan semacam uji coba terakhir sebelum bertanding di Olimpiade Beijing Agustus mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau