JAKARTA, KAMIS - Akibat kenaikan subsidi bahan bakar minyak pada tahun anggaran tahun 2009, Bappenas terpaksa harus memotong kembali pagu anggaran belanja pemerintah sebesar Rp 15 triliun.
Rincian potongan sebesar itu, Rp 11 triliun, diakibatkan peningkatan subsidi BBM, sedangkan Rp 4 triliun berasal dari pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Hal itu diungkapkan Paskah Suzetta, Menneg PPN/Kepala Bappenas seusai menghadiri peluncuran buku laporan UNDP tentang korupsi di Istana Negara, Kamis (12/6). Menurut Paskah, subsidi BBM secara total meningkat dari Rp 233,6 triliun menjadi Rp 291,2 triliun. "Ini berarti subsidi BBM meningkat dari rencana semula, yakni sebesar Rp 105,5 triliun menjadi Rp 155,7 triliun. Sebaliknya, subsidi listrik justru menurun dari Rp 78,3 triliun menjadi Rp 77,9 triliun," katanya.
Paskah mengatakan, peningkatan subsidi BBM juga disebabkan bertambahnya asumsi harga minyak yang sebelumnya direncanakan 110 dollar AS per barrel, tahun 2009 menjadi 120 dollar AS per barrel.
Padahal, produksi minyak tetap, 950.000 barrel per hari. Menurut Paskah, konsumsi BBM secara nasional justru makin bertambah dari sebelumnya 32,6 juta KL menjadi 38,8 juta KL. Konsumsi premium juga bertambah pada tahun depan, dari sebelumnya 14,4 juta KL menjadi 20,4 juta KL.
"Demikian juga konsumsi minyak solar bertambah dari 9,8 juta KL menjadi 12,6 KL. Sebaliknya, konsumsi minyak tanah berkurang dari 8,4 juta KL menjadi 5,8 juta KL," kata Paskah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang