Obama: Republik Seharusnya Belajar dari 9/11, Bukan Saya!

Kompas.com - 18/06/2008, 05:37 WIB

WASHINGTON, RABU - Kandidat presiden AS dari partai Demokrat, Barack Obama, menekankan tidak ingin digurui oleh partai Republik mengenai siapa yang dapat menjamin AS menjadi negara yang lebih aman dari serangan teroris. Komentar Barack Obama ini disampaikan untuk menanggapi kritik dari kubu kampanye rivalnya dari partai Republik, John McCain.

"Obama merupakan satu manifestasi sempurna dari pola pikir 10 September dan tidak memahami ancaman bahaya yang disusun oleh musuh AS sehari kemudian," jelas seorang ajudan McCain. Kepada para wartawan, Obama mengatakan, Republik tidak mempunyai argumentasi yang kuat untuk menjelaskan bahwa mereka belajar banyak dari peristiwa 9/11 (tragedi serangan teroris 11 September 2001 di AS).

Obama menerangkan, Republik justru mengecohkan arti pertempuran di Irak karena AS hingga saat ini belum berhasil meringkus dalang tragedi 9/11. Menurut Obama, Osama bin Laden sampai saat ini masih belum diketahui rimbanya karena pemerintah Presiden George W Bush dari partai Republik gagal menerapkan strategi untuk memburunya.

Barack Obama menyampaikan rencananya berkunjung ke Irak dan Afganistan sebelum pemilu nasional 4 November. ”Saya berminat berkunjung ke Irak dan Afganistan sebelum pemilu,” kata Obama saat berkampanye di Detroit. Selain itu, Obama juga menegaskan dukungannya terhadap penarikan pasukan AS di Irak dan keinginannya itu telah disampaikan secara langsung dalam percakapan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau