Popok dan Sepatu Mulai Dikirim ke Gaza

Kompas.com - 23/06/2008, 00:50 WIB

GAZA CITY, SENIN - Israel mengizinkan lusinan truk pengangkut makanan, pakaian, dan popok masuk ke Gaza sebagai bagian dari gencatan senjata antara negara itu dan militan Hamas, Minggu (22/6).

Diperkirakan, pengiriman lebih besar akan dilakukan pekan depan dan kondisi ini diharapkan bisa memberikan kelegaan pada penduduk Gaza yang sudah setahun dikurung Israel.

Gencatan senjata itu mulai diberlakukan Kamis (18/6) sebagai bukti bahwa kedua pihak punya kepentingan terhadap kesepakatan tak resmi itu. Hamas ingin mendapat citra positif karena bisa mengakhiri blokade Israel dan legitimasi untuk melakukan kesepakatan langsung dengan Israel. Sedangkan Israel ingin menghentikan serangan-serangan roket yang mengganggu hidup ribuan warganya yang tinggal di sekitar perbatasan meski para pengkritik menilai langkah itu memberi kesempatan Hamas untuk kembali mempersenjatai diri.

Minggu kemarin, barang-barang kebutuhan yang diangkut 90 truk Israel dipindahkan ke kendaraan Palestina di persimpangan Gaza. Ini jauh lebih banyak dibandingkan sebelum gencatan yang hanya 60-70 truk, kata juru bicara militer Israel, Gil Karie.

Ihab Ghussen, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Gaza yang dikuasai Hamas, mengatakan, peningkatan itu hasil gencatan dengan mediasi Mesir. Di antara barang-barang itu ada susu, buah dan sayur, popok, tisu toilet, dan sepatu. "Barang-barang yang sebelumnya dilarang masuk Gaza, seperti semen, bisa masuk dalam 10 hari setelah gencatan," kata Ghussen.

Saat pemindahan itu, sejumlah milisi Hamas berjaga di perbatasan sisi Gaza untuk mengawasi kegiatan itu. Ada juga polisi yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pasukan internasional sebagai penengah mereka dengan tentara Israel.

Meski begitu, volume bahan bakar yang dikirim ke Gaza tetap kecil, seperti saat blokade masih berlangsung. Ini dianggap sebagai hukuman atas serangan roket Hamas. Akibatnya, transportasi di wilayah itu nyaris lumpuh. Juru bicara Pemerintah Israel, Mark Regev, mengatakan, volume BBM akan ditingkatkan pada tahap selanjutnya. Namun ia tidak menyebutkan berapa peningkatan dan kapan waktunya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau