Maftuh Fauzi Pahlawan Rakyat

Kompas.com - 23/06/2008, 17:56 WIB

JAKARTA, SENIN - Kematian Maftuh Fauzi yang menjadi korban dalam insiden penyerbuan polisi saat menertibkan aksi menolak kenaikan harga BBM oleh mahasiswa Universitas Nasional (Unas), Sabtu (24/5), menimbulkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.

Pada hari dimana mahasiswa Unas tersebut mengembuskan nafasnya yang terakhir di RSPP, sekitar 100 mahasiswa dan simpatisan melakukan aksi di depan Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Aksi yang sama digelar sekitar 500 pemuda dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (23/6).

Sebuah tiruan peti mati ditempatkan massa di salah satu gubuk yang dibuat di tengah lapangan Tugu Proklamasi. Sebelum menyatakan sikapnya, para pemuda mengheningkan cipta sejenak dan menyanyikan lagu Gugur Bunga mengenang Maftuh yang oleh mereka disahkan sebagai seorang martir, seorang pahlawan rakyat.

"Kami dari seluruh mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Generasi) dengan sadar dan penuh hormat mengangkat almarhum Maftuh Fauzi menjadi Pahlawan Rakyat," ujar beberapa perwakilan dari masing-masing organisasi dan kampus tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, para pemuda menegaskan bahwa Maftuh adalah korban penganiayan yang dilakukan aparat kepolisian. Penganiayaan tersebut membuat almarhum yang oleh kawan-kawannya akrab dipanggil Sader tersebut mengalami luka serius dan sempat koma sebelum dirawat di Rumah Sakit UKI.

Ketua Panitia Nasional Temu Aktivis Lintas Generasi, Jefri Silalahi mengatakan aksi para pemuda tersebut akan diisi dengan diskusi dan mimbar bebas. Setiap perwakilan organisasi dari setiap daerah diberi kesempatan untuk melakukan orasi.

Pada dasarnya, para peserta mempersoalkan kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikkan harga BBM. Kebijakan yang dianggap tidak populis ini telah membuat rakyat kecil menderita. Para peserta juga menyerukan pemerintah untuk menasionalisasikan aset tambang dan migas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau