Kejaksaan Diminta Basmi Joki Perkara

Kompas.com - 25/06/2008, 14:56 WIB

JAKARTA, RABU - Jaksa Agung diminta menindaklanjuti laporan yang diterima DPR dari masyarakat, mengenai dugaan banyaknya joki perkara yang berkeliaran di lingkungan Kejaksaan Agung.

Anggota Komisi III Patrialis Akbar menyampaikan, beberapa bulan lalu dirinya menerima laporan adanya oknum yang menawarkan jalan pintas bagi pihak yang berperkara. "Saya terima laporan langsung, ada orang yang di sana (Kejagung), lagi makan-makan kemudian dia tanya-tanya. Tiba-tiba ada orang bilang, 'Pak, bisa saya tolong. Bapak nggak usah ngomong apa-apa, nanti urusan saya'. Ada laporan seperti itu yang masuk ke saya," ujar Patrialis saat jeda Raker dengan Jaksa Agung, Rabu (25/6).

Sebelumnya, dalam forum Raker, Patrialis juga menyampaikan hal yang sama. Ia meminta Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen untuk memonitor keberadaan para joki perkara yang disinyalir banyak beredar di Kejagung. Jamintel Wisnu Subroto, saat ditanya mengenai hal ini mengatakan, "Itu di Pidsus. Tanya Jampidsus saja. Saya belum pernah dengar. Jamintel diminta untuk memonitor. Tapi sekarangkan orang tidak bisa masuk sembarangan ke Gedung Bundar," kata Wisnu.

"Memang itu (laporan) beberapa bulan lalu. Tapi berarti ada dong, kalau Jamintel bilang begitu. Katanya sering di tempat-tempat makan yang ada di Kejagung," kata Patrialis.

Patrialis mengatakan, Kejaksaan Agung harus steril. Artinya tak sembarangan orang bisa hilir mudik didalamnya. "Bagaimana Kejaksaan kalau sapunya nggak bersih. Pak Hendarman harus berani, sikat saja. Selesai," ujarnya.

Senada dengan Patrialis, anggota Komisi III Benny K Harman juga mengutarakan hal yang sama. Kata dia, jangan ada lagi 'Ayin-ayin' yang beredar di Kejaksaan. "Jangan banyak Ayin di Kejagung. Kasus Ayin itu kecil, banyak sekali makelar kasus di Kejagung. Mungkin Ketua KPK tahu, karena dia mantan orang Kejaksaan. Memang menyakitkan, tapi bagaimana kita menyaksikan pembicaraan Ibu Ayin dengan para Jaksa Agung Muda," kata Benny.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau