Skuter Bebek Para Pembalap MotoGP

Kompas.com - 26/06/2008, 09:42 WIB

JAKARTA, KAMIS – Ada pandangan menarik setiap gelaran MotoGP, seperti dalam event Dutch TT di sirkuit Assen, Belanda, Sabtu besok. Di seputar sirkuit – di luar trek – berseliweran skubek di paddock area. Inilah keistimewaan rangkaian seri di benua biru.

Merek, jenis dan bentuknya beragam. Jokinya pun juga beragam rupa. Mulai dari pembalap, mekanik sampai juru masak tim. Perannya mempercepat, entah itu pembalap yang ingin ketemu sesama profesi, atau mekanik membawa semua kebutuhan selama balap. Dan satu lagi, pembalap paling cepat menghilang.

Ramainya skubek di MotoGP, khsusunya di Eropa – sementara di luar Eropa belum tentu banyak - lantaran bisa dibawa lewat darat dengan truk. Tak Cuma roda dua, bahkan motohome pun bisa ditarik langsung ke sirkuit. Dan pembalap serta crew dapat memakainya dengan bebas.

Menariknya, puluhan skubek yang ngumpel di sirkuit dikelir sesuai dengan warna tim. Termasuk tempelan stiker sponsor utama atau co-sponsor.Seperti skubek BWS yang dipakai Doni Tata Pradipta dari Yamaha Pertamina Indonesia. Herannya, kenapa Doni nggak pakai Yamaha Mio yang sudah begitu beken di tanah air.

Seperti Ratthapaka Wilairot dari Thai Honda PTT SAG/Honda, Thailand. Ia ngegas Honda Click yang memang dari Thai. “Benar juga ya. Nanti deh diomongin,” ungkap Doni.(Aries)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau