Liburan Datang, "Gempita" Menantang di TMII

Kompas.com - 27/06/2008, 12:08 WIB

EKSOTISME ikan arwana yang meliuk-liuk di sebuah akuarium mengundang perhatian sekelompok bocah untuk mendekat. Mata mereka semakin asyik memandangi ikan raksasa Arapaima gigas yang ukurannya mencapai dua meter dan termasuk ikan air tawar terbesar di dunia saat ini.

Sekelompok pengunjung yang notabene siswa TK tersebut berdecak kagum menyaksikan aneka jenis ikan berkejaran di akuarium. Mereka menyimak penjelasan seorang laki-laki separuh baya mengenai ikan berdasar jenis dan replika ekosistem asli ikan tersebut.

Itulah sekilas suasana di salah satu obyek wisata Akuarium Air Tawar (AAT) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. AAT berdekatan dengan Museum Serangga. Kedua gedung itu terhubungkan dengan jembatan kecil yang terbentang di atas danau.

TMII memang bukan hanya memiliki anjungan provinsi dan teater IMAX Keong Mas. Hanya sedikit pengunjung yang mengenal Museum Serangga, Museum Indonesia, Desa Wisata atau Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan (PP Iptek) yang justru memenuhi fungsi hiburan sekaligus edukasi.

Menurut Kepala Humas TMII Jerry Lahama, pengelola areal wisata TMII sudah mencermati kecenderungan minimnya minat pengunjung menjelajahi museum-museum yang ada.

"Untuk liburan sekolah Juni-Juli ini, kami telah meluncurkan program Gempita (Gembira, Pintar dan  Tangkas) sejak Maret tahun ini untuk pengunjung yang biasanya datang serombongan untuk mengisi acara libur panjang mereka," kata Jerry kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Pengunjung dapat menikmati paket Gempita dengan diskon yang diberlakukan mulai dari pintu masuk TMII, AAT, Museum Serangga, Teater IMAX 4 Dimensi Keong Mas, dan aktivitas Outbond Wonder Adventure. Dengan hanya merogoh kocek Rp 75.000 per orang, pengunjung yang biasanya rombongan sekitar 30-100 orang dapat mencoba paket hemat tersebut.

Menurut salah satu guru, Arif, yang menyertakan 75 siswanya untuk mengikuti paket tersebut, ia puas rombongannya dapat menikmati aneka edufungames dalam outbond itu. "Saya tak perlu khawatir dengan aneka permainan yang melatih ketangkasan seperti flying fox,dll, karena anak didik saya didampingi instruktur dari Mapala Unkris Pondok Gede, jadi safety-nya jelas terjamin," ujar Arif.

Menurut siswa SMP yang mengikuti outbond tersebut, ia merasa tertantang menaklukkan permainan-permainan yang sengaja mengasah keterampilan dan memacu kreativitas serta adrenalin. "Daripada sok jagoan di sekolah, uji keberanian lewat games-games seru lebih berarti," tutur Adji, peserta outbond lainnya.

Citarasa Lokal

Selain outbond, kesenian dari berbagai anjungan yang ada juga tak kalah menarik. Seperti kesenian tradisional wayang kulit yang digelar anjungan Jawa Tengah dengan dalang perempuan juga menyita perhatian serombongan pengunjung hari itu.

Beberapa anak seusia SD bahkan rela berdiri dekat para penabuh gamelan untuk menyaksikan dari dekat bunyi ritmis alat musik yang mengalun membawa ketenangan.

Seorang ibu yang sedang mengantar liburan anaknya mengaku serasa pulang ke kampung halaman di Pemalang, Jawa Tengah saat menyaksikan kesenian itu. "Saya biasa ngajak anak-anak kesini tiap libur Sabtu atau Minggu untuk mengobati rasa kangen bila tidak pulang kampung dan mengenalkan anak-anak pada budaya asalnya," ujar Arni, ibu dua anak itu.

Citarasa lokal budaya masing-masing propinsi di negeri ini bisa menjadi alternatif liburan murah di tengah hiruk-pikuknya ibukota. Terutama bagi Anda yang tak kebagian jatah cuti kantor tapi wajib menjadwal libur bagi si buah hati. Wisata Gempita di TMII bisa menjadi pilihannya.  (C6-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau