EKSOTISME ikan arwana yang meliuk-liuk di sebuah akuarium mengundang perhatian sekelompok bocah untuk mendekat. Mata mereka semakin asyik memandangi ikan raksasa Arapaima gigas yang ukurannya mencapai dua meter dan termasuk ikan air tawar terbesar di dunia saat ini.
Sekelompok pengunjung yang notabene siswa TK tersebut berdecak kagum menyaksikan aneka jenis ikan berkejaran di akuarium. Mereka menyimak penjelasan seorang laki-laki separuh baya mengenai ikan berdasar jenis dan replika ekosistem asli ikan tersebut.
Itulah sekilas suasana di salah satu obyek wisata Akuarium Air Tawar (AAT) di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. AAT berdekatan dengan Museum Serangga. Kedua gedung itu terhubungkan dengan jembatan kecil yang terbentang di atas danau.
TMII memang bukan hanya memiliki anjungan provinsi dan teater IMAX Keong Mas. Hanya sedikit pengunjung yang mengenal Museum Serangga, Museum Indonesia, Desa Wisata atau Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan (PP Iptek) yang justru memenuhi fungsi hiburan sekaligus edukasi.
Menurut Kepala Humas TMII Jerry Lahama, pengelola areal wisata TMII sudah mencermati kecenderungan minimnya minat pengunjung menjelajahi museum-museum yang ada.
"Untuk liburan sekolah Juni-Juli ini, kami telah meluncurkan program Gempita (Gembira, Pintar dan Tangkas) sejak Maret tahun ini untuk pengunjung yang biasanya datang serombongan untuk mengisi acara libur panjang mereka," kata Jerry kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Pengunjung dapat menikmati paket Gempita dengan diskon yang diberlakukan mulai dari pintu masuk TMII, AAT, Museum Serangga, Teater IMAX 4 Dimensi Keong Mas, dan aktivitas Outbond Wonder Adventure. Dengan hanya merogoh kocek Rp 75.000 per orang, pengunjung yang biasanya rombongan sekitar 30-100 orang dapat mencoba paket hemat tersebut.
Menurut salah satu guru, Arif, yang menyertakan 75 siswanya untuk mengikuti paket tersebut, ia puas rombongannya dapat menikmati aneka edufungames dalam outbond itu. "Saya tak perlu khawatir dengan aneka permainan yang melatih ketangkasan seperti flying fox,dll, karena anak didik saya didampingi instruktur dari Mapala Unkris Pondok Gede, jadi safety-nya jelas terjamin," ujar Arif.
Menurut siswa SMP yang mengikuti outbond tersebut, ia merasa tertantang menaklukkan permainan-permainan yang sengaja mengasah keterampilan dan memacu kreativitas serta adrenalin. "Daripada sok jagoan di sekolah, uji keberanian lewat games-games seru lebih berarti," tutur Adji, peserta outbond lainnya.
Citarasa Lokal
Selain outbond, kesenian dari berbagai anjungan yang ada juga tak kalah menarik. Seperti kesenian tradisional wayang kulit yang digelar anjungan Jawa Tengah dengan dalang perempuan juga menyita perhatian serombongan pengunjung hari itu.
Beberapa anak seusia SD bahkan rela berdiri dekat para penabuh gamelan untuk menyaksikan dari dekat bunyi ritmis alat musik yang mengalun membawa ketenangan.
Seorang ibu yang sedang mengantar liburan anaknya mengaku serasa pulang ke kampung halaman di Pemalang, Jawa Tengah saat menyaksikan kesenian itu. "Saya biasa ngajak anak-anak kesini tiap libur Sabtu atau Minggu untuk mengobati rasa kangen bila tidak pulang kampung dan mengenalkan anak-anak pada budaya asalnya," ujar Arni, ibu dua anak itu.
Citarasa lokal budaya masing-masing propinsi di negeri ini bisa menjadi alternatif liburan murah di tengah hiruk-pikuknya ibukota. Terutama bagi Anda yang tak kebagian jatah cuti kantor tapi wajib menjadwal libur bagi si buah hati. Wisata Gempita di TMII bisa menjadi pilihannya. (C6-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang