JAKARTA, SABTU - Sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI) Ferry Yuliantono yang dituding sebagai penggerak demo anarkis di depan Gedung DPR dan kampus Universitas Atma Jaya 24 Juli lalu telah ditangkap aparat Polri di Malaysia saat menuju Jakarta, Jumat (27/6).
”Kami sudah menangkap yang bersangkutan (Ferry) di Malaysia,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Jakarta, semalam.
Menurut Abubakar, Ferry langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Direktorat I Keamanan dan Transnational Crime Bareskrim Polri. ”Ferry langsung kita periksa sebagai tersangka,” katanya.
Ferry tiba di Gedung Bareskrim Polri Jumat pukul 20.00 dikawal dua orang penyidik. Ada tiga mobil yang mengawal kedatangan Ferry. Ferry berada di mobil Ford hitam bernomor polisi B 35 IK.
Sebelum ditangkap di Malaysia, Ferry sudah dibuntuti polisi sejak di China. Ferry ditangkap karena diduga mendalangi aksi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). ”Ferry sudah diikuti dari China. Saat tiba di Malaysia pukul 16.00 waktu Malaysia, Ferry ditangkap,” ujar Abubakar.
”Penangkapan ini hasil kerja sama Polri dengan Kepolisian Diraja Malaysia,” tambahnya. Menurut Informasi dari Ketua KBI Adhie Massardie, Ferry meninggalkan China Jumat pagi. Pukul 15.30 WIB, Ferry transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Saat itu Adhie sempat berkomunikasi dengan Ferry. Namun, setelah itu Ferry tidak dapat dihubungi baik oleh keluarga, kerabat, maupun teman-temannya.
Usut tuntas
Kapolri Jenderal Sutanto mengatakan akan menindaklanjuti temuan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar yang menyebut FY sebagai aktor demo anarkis Selasa lalu. Polri sedang mengumpulkan bukti meteril terkait informasi dari BIN itu.
”Semua masukan akan kami tindaklanjuti, termasuk informasi dari masyarakat. Dan hingga polisi terus melakukan penyelidikan,” kata Sutanto di sela-sela Pameran Nasional Pelayanan Aparatur Negara di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat,Jumat (27/06) siang.
Kapolri menambahkan, hingga kini belum ada alat bukti yang bisa menyeret aktor di balik aksi demo. Laporan Kepala BIN akan digunakan untuk bahan penyelidikan awal. ”Polisi bekerja berdasarkan alat bukti. Itu yang masih kami kumpulkan,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang