BOGOR, SABTU - Panglima TNI Jendral TNI Djoko Santoso meminta agar evakuasi terhadap awak dan penumpang Cassa N212-100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak, Kamis (26/6) siang, dilakukan segera dengan memperhatikan faktor keamanan.
"Saya meminta agar evakuasi dapat dilakukan sesegera mungkin dengan tetap memperhatikan faktor keamanan," katanya saat mengnjungi pos komando SAR Cassa N212-100 di Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja, Bogor, Sabtu.
Sebelumnya, Panglima menerima paparan tentang kecelakaan pesawat bernomor registrasi A2106 itu dan penanganan yang telah diakukan oleh tim SAR sampai pada tahap evakuasi korban.
Pada kesempatan itu Panglima juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga awak dan penumpang pesawat naas tersebut. Hinga pukul 13.30 WIB, proses evakuasi terhadap 18 korban kecelakaan pesawat angkut ringan dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, masih berlangsung.
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan seluruh korban akan di evakuasi langsung ke Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
"Jika cuaca memungkinkan, maka seluruh jenazah korban akan langsung dibawa ke Halim dengan menggunakan helikopter. Namun, jika cuaca tidak memungkinkan, maka jenazah akan dibawa melalui jalan darat dengan menggunakan ambulan," katanya.
Dia mengungkapkan, lokasi jatuhnya pesawat yang berada di tebing jurang menyulitkan tim SAR untuk mengevakuasi awak dan penumpang pesawat tersebut sesegara mungkin. Ia memambahkan, saat ini tim SAR masih berupaya untuk bisa sesegara mungkin mengevakuasi seluruh jenazah melalui udara untuk dibawa ke Lanud Halim Perdanakusuma.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang