Obama Galang Dukungan dari Kelompok Keagamaan

Kompas.com - 02/07/2008, 19:03 WIB

ZANESVILLE, RABU– Kandidat Presiden Partai Demokrat Barack Obama ingin memperluas usaha Gedung Putih untuk mengarahkan layanan sosial kepada kelompok-kelompok keagamaan. Obama mengambil risiko diprotes oleh partainya sendiri karena pendekatan agresifnya terhadap orang yang bisa memberikan suaranya untuk Partai Republik. "Usaha ini mengejutkan beberapa pihak," tutur Obama setelah ia dicap “kiri” pada saat pemilu pendahuluan.

Dengan nominasi kandidat presiden Partai Demokrat di tangan, dan persaingan dengan kandidat presiden Partai Republik di depan, Obama telah membahas banyak isu-isu sentral, seperti senjata api, pengawasan negara, dan hukuman uang. Ia bahkan mengutip ikon tokoh Konservatif, Ronald Reagan.

Obama, dalam kunjungan ke fasilitas layanan sosial yang berbasis di Gereja Presbyterian mengatakan, jika terpilih ia akan lebih melibatkan kelompok-kelompok keagamaan untuk lebih terlibat dalam usaha pemerintah mengentaskan korupsi. “Kami butuh semua bahu-membahu mewujudkan hal ini,” tuturnya.

Obama menunjukkan bahwa ia nyaman menggunakan gaya bahasa khas gereja evangelis dan bahasa Alkitab dengan menyebutkan iman adalah “komitmen pribadi kepada Kristus.” Ia mengatakan ketika ia menjadi aktivis pelayanan sosial di kota pembantaian dekat Chicago, didukung oleh komunitas Katholik, membuat imannya semakin dalam, dan menjadi yakin bahwa iman tanpa perbuatan adalah sia-sia belaka.

“Ketika saya duduk dan berdoa, saya tidak akan memenuhi kehendak Tuhan jika saya tidak melakukan apa yang Tuhan perbuat,” kata Obama.

Pembicaraannya mengenai iman di Ohio terjadi sehari setelah pidatonya mengenai patriotisme di Missouri. Pada hari Rabu, ia berkunjung ke Colorado Springs, Colorado, pusat organisasi Kristen konservatif, untuk sebuah pidato mengenai pelayanan.

Komentar oleh Pastor yang dekat dengan Obama, Rev. Jemeriah Wright, menyebabkan guncangan selama pemilihan pendahuluan, dan membawa ‘merk’ iman baru Obama karena Wright identik dengan teologi pembebasan hitam (black liberation theology). Obama juga diterpa rumor bahwa ia seorang Muslim. Rumor ini tetap ada di internet walaupun ia telah berulang kali menjelaskan iman Kristianinya.

Jumlah umat Kristen Konservatif seperempat jumlah pemilih AS, dan merekalah yang menghantarkan Bush dua kali ke Gedung Putih. Banyak dari mereka yang menolak kandidat Partai Demokrat karena dukungannya terhadap aborsi, hak-hak gay, dan isu lainnya.

Dalam polling yang diadakan AP-Yahoo News Juli lalu, ditemukan bahwa orang yang pergi ke gereja setidaknya seminggu sekali lebih mendukung McCain dibandingkan Obama, 49 persen berbanding 37 persen. Namun, orang yang pergi ke gereja kurang dari seminggu sekali cenderung memilih Obama. Sedangkan, jumlah umat Kristen Konservatif kulit putih yang pergi ke gereja setiap minggu yang memilih McCain sangat besar.

Obama baru-baru ini mendapatkan dukungan dari Rev. Kirbyjon Caldwell, pemimpin gereja Metodis di Houston, yang dikenal sangat dekat dengan Bush.

McCain mengandalkan pemilih konservatif, namun ia sebenarnya tidak terlalu vokal mengenai konservatif yang berhubungan dengan keagamaan. Ia mencela beberapa pemimpin gereja Evangelis sebagai ”agen yang tidak toleran” saat kampanye pemilihan pendahuluan.

Minggu lalu Obama mengutip penyataan Reagan dengan mengatakan, “Kita harus percaya namun buktikan dahulu”, setelah Bush mencabut sanksi perdagangan terhadap Korea Utara dan menghapusnya dari daftar negara teroris.

Obama mendukung peraturan pengintaian elektronik untuk program penyadapan pemerintah, mengatakan ”Alat yang penting dalam perjuangan melawan terorisme.”

Obama juga akan meningkatkan pengeluaran di bidang pelayanan sosial, dimulai dengan program US$ 500 juta pertahun untuk membiayai pendidikan musim panas untuk satu juta anak tidak mampu. Obama juga akan meningkatkan pelatihan mengenai bagaimana mendapatkan dana untuk kelompok keagamaan.

Lebih lanjut, Obama akan meningkatkan mutu program menjadi ”bagian terpenting dalam pemerintahan saya.” Ini sebuah kritik untuk Bush, yang selama pemerintahannya tidak pernah memerhatikan masalah ini.(C9-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau