Pesta Bunga di Tomohon, Sedot 20 Ribu Pengunjung

Kompas.com - 03/07/2008, 20:02 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Yurnaldi dan Jean Rizal Layuck

TOMOHON, KAMIS -- Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sepanjang Kamis (3/7) menggelar pesta bunga. Tomohon Flower Festival (TTF), yang digelar sebagai puncak Tournament of Flowers, menyedot arus kunjungan wisatawan lokal, nusantara, dan mancanegara sekitar 20 ribu.

Hingga pukul 20.00 WIT arus kendaraan di Kota Bunga itu macet. Ribuan wisatawan Kamis malam masih memadati areal Pameran 46 Kendaraan Hias Bunga di Lapangan Rindam, di pusat Kota Tomohon. Mereka tidak sempat menyaksikan pawai Kendaraan Hias Bunga yang diselingi penampilan sekitar 23 kelompok drum band, yang dibuka Ibu Mufidah Jusuf Kalla, ditandai pemukulan Tetengkoren (sejenis kentongan).

"Saya sangat terkesan dengan antusias masyarakat dan ini peristiwa pariwisata yang sangat menarik. Masyarakat agar tetap menjaga citra Kota Tomohon sebagai Kota Bunga," kata Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Pawai Kendaraan Hias Bunga, dilaporkan sedikitnya menghabiskan 14 juta kuntum bunga berbegai jenis dan harga. Tampilan Kendaraan Hias Bunga itu, beragam dan menarik. Setidaknya menggambarkan potensi wisata atau ikon wisata masing-masing kabupaten/kota peserta.

Banjarmasin, misalnya, menampilkan hendaraan hias bunga berbentuk burung elang, Kota Padang menampilkan Rumah Gadang dan Jam Gadang, Di Yogyakarta menampilkan kendaraan hias bentuk Candi dan Patung Budha, Jambi menampilkan kendaraan hias berbentuk Angsa, Bandarlampung menampilkan bentuk Gajah, dan beragam flora dan fauna khas daerah masing-masing.

Satu kendaraan hias untuk membuat hiasan dari bunga warna-warni, sedikitnya menghabiskan biaya Rp30 juta dan dikerjakan oleh koperasi. "Itu baru biaya beli bunga, upah pekerja, dan belum termasuk sewa mobil beberapa hari," kata Sekretaris Koperasi Tani Bunga Payus, Simon Rampengan, yang mengerjakan pembuatan kendaraan hias Kota Palu," katanya, kepada Kompas, seusai pawai.

Sekitar 20 ribu pengunjung memadati kedua sisi jalan sepanjang 6,55 km rute jalan yang dilewati kendaraan hias. Ribuan wisatawan memanfaatkan Tomohon Flower Festival ini untuk berfoto dengan latar belakang Kendaraan Hias Bunga. "Ini kesempatan berfoto sekali setahun, dengan Kendaraan Hias Bunga yang indah, menarik, dan membanggakan," kata Rita Adiningrat, wisatawan dari Jakarta.

Menurut Rita yang Menjabat Direktur PT Agathis, walaupun ini yang pertama, kemeriahannya dengan sekitar 12 acara lainnya, sudah luar biasa. Ini akan menjadi data tarik wisatawan untuk berkunjung ke Tomohon. Dan mungkin ke depan akan menjadi salah satu agenda wisata Indonesia yang menarik.

Senada dengan itu, Rita Maxi, turis dari Jakarta juga, menilai Tomohon Flower Festival sebagai pengukuhan dan daya tarik Kota Tomohon sebagai Kota Bunga. "Agenda wisata ini, jika rutin tiap tahun digelar, akan memposisikan Tomohon sebagai Pasadena-nya Indonesia. Pasadena dengan event Pasadena of Roses sudah dikenal di dunia. Wisatawan akan mencatat, setelah Pasadena, untuk festival bunga, ada Tomohon di Sulawesi Utara, Indonesia," ungkapnya.

Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar mengatakan, Tomohon Flower Festival bertujuan untuk mempromosikan potensi Tomohon sebagai Kota Bunga beserta industri pendukungnya, agar dapat menjadi pusat industri bunga di Indonesia timur. "Tomohon Flower Festival sekaligus menjadikan Tomohon sebagai tujuan wisata yang menarik, unik, dengan beragam potensi yang membanggakan," katanya.

Tahun 2009, Wali Kota yang energik ini akan menggelar Tomohon Flower Festival yang lebih besar lagi, mungkin akan banyak kota Indonesia yang terlibat dan kota-kota di Asia Tenggara.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, Sulawesi Utara dengan beragam potensi, seperti yang ditampilkan salah satu potensi Kota Tomohon dengan agenda Tomohon Flower Festival, akan jadi daerah tujuan wisata utama (alternatif) setelah Bali.

"Tahun 2008 target wisatawan asing 6,4 juta orang. Tapi saya optimis bisa melampaui target menjadi 7 juta orang. Tahun 2007, dari 5,5 juta wisatawan asing, 1,7 juta di antaranya mengunjungi Bali. Sulut baru didatangi sekitar 50 ribu wisatawan asing. Ke depan, kunjungan ke Sulut akan meningkat pesat. Dengan catatan bupati/wali kota semakin kreatif menggali potensi dan terus menggalakkan sadar wisata dan sapta pesona," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau