Alvaro Uribe, Popularitasnya Nyaris Sempurna

Kompas.com - 06/07/2008, 20:48 WIB

BOGOTA, MINGGU - Siapa pemimpin di bumi yang menjadi bintang di media massa pekan lalu? Dialah Alvaro Uribe, presiden Kolombia, yang berhasil membebaskan sandera kelas atas kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC)

Dengan sukses pembebasan tanpa pertumpahan darah, Rabu (2/7) itu, semakin semakin kencang spekulasi bahwa Uribe akan mencalonkan diri menjadi presiden untuk periode ketiga. Apakah ia akan mencoba mengubah konstitusi lagi supaya bisa ikut pemilu pada 2010?

Popularitas politisi yang Jumat kemarin tepat berusia 56 tahun sejauh ini sangat tinggi, yaitu 71 persen. Bahkan sehari setelah penyelamatan terhadap kandidat presiden Ingrid Betancourt, Kamis (3/7), survey menunjukkan angka itu melonjak menjadi 91 persen. Lalu, pada hari yang sama Mahkamah Konstitusi menolak permintaan Mahkamah Agung untuk menguji proses legislasi pada 2005 yang memungkinkan Uribe mencalonkan diri untuk kali kedua.

Pada 26 Juni lalu, Mahkamah Agung menyatakan bahwa Uribe telah menyuap seorang anggota kongres agar mendukung undang-undang itu. Uribe membantah itu. Uribe sudah lama berkonflik dengan Mahkamah Agung yang telah mengadili sejumlah orang dekatnya, termasuk salah satu sepupunya yang dinyatakan bersalah terlibat dalam pembentukan pasukan pembunuh. Yang mengagumkan, popularitas Uribe tak banyak terpengaruh oleh skandal itu.

Banyak pengamat yang mengatakan Uribe tidak begitu tertarik mengejar periode ketiga, ketimbang melanggengkan apa yang disebut sebagai Uribismo. Uribismo dikenal sebagai komitmen terhadap ekonomi pasar dan tekad untuk membasmi pemberontakan FARC yang sudah berlangsung 44 tahun tanpa syarat. Ayah Uribe, seorang tuan tanah dibunuh sejumlah anggota pemberontak FARC.

Di mata aparat penegak hukum Kolombia, pembebasan sandera yang fenomenal itu menjadi bukti sikap Uribe yang konsisten dan keras untuk melawan FARC. Menteri Pertahanan Juan Manuel Santos yang sangat terlibat dalam misi rahasia itu diyakin banyak orang akan menjadi pengganti Uribe dan mempertahankan sikap yang keras terhadap para pemberontak.

Yang kemungkinan bisa mengalahkan Uribe adalah Betancourt yang baru saja diselamatkannya. Namun banyak sekali pertanyaan yang muncul setelah pembebasan perempuan yang juga warga negara Prancis itu. Di antaranya, apakah Betancourt akan mencalonkan lagi, seperti ketika ia diculik pada 2002 lalu. Atau apakah ia akan menjadi sekutu atau musuh Uribe. Yang jelas, Betancourt memuji kepemimimpinan Uribe pada hari penyelamatan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau