BOGOTA, MINGGU - Siapa pemimpin di bumi yang menjadi bintang di media massa pekan lalu? Dialah Alvaro Uribe, presiden Kolombia, yang berhasil membebaskan sandera kelas atas kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC)
Dengan sukses pembebasan tanpa pertumpahan darah, Rabu (2/7) itu, semakin semakin kencang spekulasi bahwa Uribe akan mencalonkan diri menjadi presiden untuk periode ketiga. Apakah ia akan mencoba mengubah konstitusi lagi supaya bisa ikut pemilu pada 2010?
Popularitas politisi yang Jumat kemarin tepat berusia 56 tahun sejauh ini sangat tinggi, yaitu 71 persen. Bahkan sehari setelah penyelamatan terhadap kandidat presiden Ingrid Betancourt, Kamis (3/7), survey menunjukkan angka itu melonjak menjadi 91 persen. Lalu, pada hari yang sama Mahkamah Konstitusi menolak permintaan Mahkamah Agung untuk menguji proses legislasi pada 2005 yang memungkinkan Uribe mencalonkan diri untuk kali kedua.
Pada 26 Juni lalu, Mahkamah Agung menyatakan bahwa Uribe telah menyuap seorang anggota kongres agar mendukung undang-undang itu. Uribe membantah itu. Uribe sudah lama berkonflik dengan Mahkamah Agung yang telah mengadili sejumlah orang dekatnya, termasuk salah satu sepupunya yang dinyatakan bersalah terlibat dalam pembentukan pasukan pembunuh. Yang mengagumkan, popularitas Uribe tak banyak terpengaruh oleh skandal itu.
Banyak pengamat yang mengatakan Uribe tidak begitu tertarik mengejar periode ketiga, ketimbang melanggengkan apa yang disebut sebagai Uribismo. Uribismo dikenal sebagai komitmen terhadap ekonomi pasar dan tekad untuk membasmi pemberontakan FARC yang sudah berlangsung 44 tahun tanpa syarat. Ayah Uribe, seorang tuan tanah dibunuh sejumlah anggota pemberontak FARC.
Di mata aparat penegak hukum Kolombia, pembebasan sandera yang fenomenal itu menjadi bukti sikap Uribe yang konsisten dan keras untuk melawan FARC. Menteri Pertahanan Juan Manuel Santos yang sangat terlibat dalam misi rahasia itu diyakin banyak orang akan menjadi pengganti Uribe dan mempertahankan sikap yang keras terhadap para pemberontak.
Yang kemungkinan bisa mengalahkan Uribe adalah Betancourt yang baru saja diselamatkannya. Namun banyak sekali pertanyaan yang muncul setelah pembebasan perempuan yang juga warga negara Prancis itu. Di antaranya, apakah Betancourt akan mencalonkan lagi, seperti ketika ia diculik pada 2002 lalu. Atau apakah ia akan menjadi sekutu atau musuh Uribe. Yang jelas, Betancourt memuji kepemimimpinan Uribe pada hari penyelamatan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang