Kalbar Deportasi 46 Nelayan China

Kompas.com - 10/07/2008, 16:59 WIB

PONTIANAK, KAMIS- Sebanyak 46 nelayan China yang sejak pertengahan April lalu ditahan di Kalimantan Barat karena tertangkap menangkap ikan secara ilegal, Kamis (10/7) ini , dideportasi ke negara asalnya. Sedangkan lima nelayan China lainnya masih ditahan di Pangkalan TNI AL Pontianak dan dijadikan tersangka atas kasus illegal fishing tersebut.

"Nelayan China yang non-justisia dideportasi melalui Bandara Supadio. Mereka akan dibawa ke Jakarta terlebih dahulu dan diserahkan ke Kedutaan Besar China untuk dipulangkan," kata Komandan Lanal Pontianak Letnan Kolonel Laut Taufik Harun.

Seperti diberitakan Kompas (16/4), Departemen Kelautan dan Perikanan pada pertengahan April lalu menangkap 17 kapal asing yang diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia, tepatnya di Laut China Selatan. Kapal asing itu terdiri atas 11 kapal Vietnam berukuran 30-40 gross ton dengan lebih dari 100 anak buah kapal (ABK), serta enam kapal China berukuran 300 gross ton dengan 51 ABK.

Potensi kerugian negara akibat penangkapan ikan secara ilegal oleh 17 kapal asing itu diperkirakan lebih dari Rp 4 miliar untuk sekali beroperasi, sementara total kerugian negara akibat penangkapan ikan secara ilegal oleh kapal-kapal asing di seluruh wilayah Indonesia, diperkirakan mencapai Rp 30 triliun per tahun.

Menurut Taufik, masih ada 96 nelayan non-justisia asal Vietnam yang saat ini masih ditahan di Lanal Pontianak. Nelayan Vietnam itu juga akan segera dideportasi, namun belum diketahui pasti waktunya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau